Ketika pertama kali kita menghirup udara didunia ini,maka semua orang menyambut kedatangan kita dengan penuh gembira.Ibu yang bertaruh nyawa ketika kita keluar dari rahimnya,penderitaan dan kesakitan yang ia rasakan,hilang seketika, saat kita lahir dengan selamat.
Diletakannya kita disampingnya.Ia cium dan peluk kita seakan-akan ia ingin berkata; Nak,kesakitan tatkala Ibu ingin melahirkan engkau, semuanya hilang setelah melihat senyummu.
Setelah kita hadir didunia Ayah dan Ibu senantiasa menjaga kita dari berbagai macam narabahaya, sampai-sampai mereka tidak rela jika seekor nyamuk pun menggigit kita,ketika kita menangis dimalam hari orang tua yang sedang tidur ngenyak bergegas melihat dan mendekat,karena mereka takut kehilangan kita.
Mereka menjaga kita lebih dari segalanya, kitika kita sakit.Orang tua telah bersusah payah untuk mencari berbagai macam cara agar kita sembuh.Meskipun ketika itu mereka sendiri sedang sakit.Mereka paksakan diri dan rela berhutang kesana kemari untuk membayar obat-obatan.Mereka malukan dirinya,hanya degan harapan agar kita segera sembuh.
Ktika penyakit kita makin bertambah parah,makin bertambah pula kesedihan dan kerisauan mereka terhadap kita,tetesan air mata itu selalu keluar dari kelopak mata mereka,dijaganya kita siang dan malam tanpa menghiraukan kelaparan yang mereka rasakan berhari-hari,merek menjaga kita,kotoran-kotoran kita dibasuh mereka dengan tangannya.
Ayah dan Ibu kita,disaat itu mereka tidak tenang dimanapun mereka berada,merekaa khawatir dan takut,kalau-kalau kehilangan kita dari dunia ini.Andaikata kesakitan yang kita rasakn itu bisa dipindahkan kepada mereka sebagai gantinya tentu mereka siap menerimanya agar kita kembali tersenyum seperti anak-anak yang lain.Diwakut ALLAH menyembuhkan kita,orang tua kitalah yang pertama kali Sujud Syukur,karena senang dan gembira melihat kita kembali ceria.Ketika hari berganti hari pertumbuhan kita semakin besar.Orang tua makin bertambah sibuk mengurusi keperluan-keperluan kita.Hujan dan panas tiada mereka hiraukan,siang dan malam tiada mereka pandang semua itu.Mereka lakukn hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.Mereka tidak ingin melihat kita malu dihadapan teman-teman kita.Dimasa dekat Hari Raya.Orang tua kita makin bertambah sibuk untuk membahagiakan kita,dari pagi hingga malam,mereka bekerja tanpa menghiraukan susah dan payah mereka,terus bekerja dengan harapan agar kita dapat memakai pakaian baru dihari raya,sama seperti teman-teman kita yang lain.Mereka rela dimarahi ketika bekerja,dihina dan dicaci,itu semua untuk kita.
Awal-awal kita duduk dibangku sekolah, senang sekali orang tua kita setiap saat mereka berdo’a mudah-mudahan besok jika kita besar kita dapat membahagiakn mereka.Pagi-pagi seblum kita bangun dari tempat tidur,mereka telah bangun duluan mempersiapkan sarapan dan air mandi untuk kita.Dibangunkannya kita dengan kasihsayang dilepaskannya pakaian kita dengan kelembutan dan merekapun memandikan kita,setelah kita siap semuanya,merekapun menghantar kita keskolah agar kita menjadi anak yang berbakti dikemudian hari.
Tetesan keringat dan air mata mereka untuk mengasuh dan mendidik kita tidak mungkin kita dapat membayarnya walaupun kita memiliki dunia beserta isinya.
Tetapi ajaib,selama mereka mengasuh dan mendidik kita tidak pernah terlintas dari pikiran dan hati mereka agar kita menggantinya.Tahun berganti tahun,kitapun tumbuh besar,mereka terus berusaha untuk membiayai sekolah kita.Penghasilan yang tidak mencukupi,memaksa mereka bekerja lebih lama.
Mereka hadapi badai yang menerpa,mereka korbankan kelelahan mereka,sampai-sampai nampak mata mereka yang telah redup kerena kleelahan mencari nafkah.Dikala mereka telah kembali dari kerjanya kita lihat,mereka bersandar dikursi karena kelelahan disaat mencari nafkah untuk kita,mereka tidak merasakan enaknya makan seblum mereka melihat kita makan.Usia kita yang semakin hari semakin berkurang membuat kecintaan dan kasihsayang mereka semakin besar terhadap kita,kepergian kita meninggalkan rumah untuk bertamasya,membuat hati mereka bimbang dan kahwatir terhadap kita,mereka takut,kalau-kalau suatu musibah menimpa kita,makin tiada mereka rasakan enak,tidur tiada mereka rasakan ngenyak,mereka selalu memikirkan keselamatan kita.

Bagaimana dengan mereka yg yatim piatu dik,... bahkan sering kali ditinggalkan di RS begitu habis dilahirkan tanpa diambil kembali, bahkan ada orang tua yg tega membuang bayinya di tempat sampah begitu saja setelah lahir. Di dalam dunia hukum ini disebut dengan Pembunuhan Anak Sendiri (PAS). Perlu juga adik ketahui angka PAS di Indonesia menduduki 3 besar di dunia. MAs sekedar melontarkan isi hati dari anak2 yg terlantar itu. Semoga mampu dijadikan renungan kenapa hal ini bisa terjadi. Matur Nuwun. Alit
BalasHapus