Sabtu, 30 Juli 2011

Bulan Suci Ramadhan

Bulan Suci adalah anugerah untuk memperbaiki diri, menata hati dan membenahi kehidupan menuju kebajikan.

Setiap Ramadhan tiba, selalu terurai selaksa cerita, khususnya tentang pengamalan ibadah dan kondisi ruhiyah insan-insan pecinta Ramadhan. Semua orang pasti dapat memaknai bulan ini dengan pemahaman dan sudut pandang yang berbeda.
 Kemampuan memaknai Ramadhan pun sangat bergantung kepada nilai-nilai imtaq (iman & taqwa) dan indikasi keshalihan qolbu seorang hamba. Yanng pasti, berpuasa sebulan penuh tentunya bukan lagi makna yang biasa bagi kita yang senantiasa membaca hikmah, mengaji dan mengkaji arti dari setiap kebesaran Ilahi.

Sebagai muslimah biasa, saya senantiasa ingin memaknai Ramadhan dengan makna yang luar biasa meskipun kemampuan pengamalan ibadah saya teramat jauh dari mendekati sempurna. Semoga dengan merenungi makna Ramadhan tahun ini, saya mampu terus meningkatkan pengamalan ibadah. Berpuasa di bulan Ramadhan memberikan makna 3 dimensi (luas, dalam dan agung) yang manfaatnya begitu besar terhadap kualitas hidup seorang hamba. Kita bisa memaknainya melalui dimensi sosial, kesehatan, dan tentu saja secara religi. Secara sosial, bulan Ramadhan mengajarkan manusia untuk mengerti, memberi dan berbagi. Dengan mengerti penderitaan kaum dhuafa, kita bisa merasakan penderitaan mereka ketika menahan lapar, haus dan menahan nafsu untuk tidak berbuat dzalim/jahat dengan melakukan tindakan-tindakan kriminal demi memenuhi rasa lapar. Mengerti betapa rentannya kefakiran terhadap kekufuran, betapa sinambungnya kemiskinan dengan kebodohan, dan betapa beratnya mengamalkan sabar dan ikhlas dalam hidup yang serba kekurangan.

Dengan pengertian itu, kita memiliki kasih sayang untuk menyantuni, memberi, dan berbagi kebahagiaan walau hanya dalam bentuk seteguk minuman di saat berbuka puasa. Dengan pengertian itu pula kita memahami kehidupan yang berbeda, tetapi bukan untuk membeda-bedakan antara si miskin dan si kaya. Ada hak-hak kaum papa di setiap harta yang kita punya, melalui kewajiban zakat, infaq dan shadaqoh kita terhadap mereka. Ketika semua itu sudah teraplikasi, maka ghirah kenikmatan berpuasa pun semakin bertambah, tumbuh dan berkembang menjadi kepedulian sosial.

Dari segi kesehatan, Ramadhan dan berpuasa di bulan Ramadhan berdampak positif terhadap kesehatan fisik, mental dan batiniah seorang hamba. Selama 1 bulan dalam setahun, organ-organ pencernaan dibersihkan dari segala toksin, racun dan unsur-unsur yang berbahaya bagi kesehatan tubuh yang terkandung dalam makanan. Sahur dan berbuka melatih tubuh kita untuk terbiasa dengan pola hidup dan pola makan yang teratur. Tak heran,banyak orang yang memiliki penyakit pencernaan, justru sembuh karena berpuasa. Secara psikis, berpuasa di bulan Ramadhan pun melatih keberdayaan Emotional Quotient kita. Berpuasa banyak godaannya, baik dari dalam diri kita maupun dari lingkungan sekitar yang bisa menurunkan kualitas bahkan membatalkan puasa kita, khususnya nafsu dan amarah. Dengan menahan haus dan dahaga, serta segala hal yang membatalkan puasa, kita berlatih untuk mengelola emosi dan amarah kita agar tetap dalam koridor sabar dan ikhlas. Manajemen emosi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas hati dan pengamalan hidup kita, melalui jalan menuju qolbun salim. Subhanalloh, sebuah anugerah yang Maha Indah apabila kita mampu terbebas dari berbagai penyakit hati dengan berpuasa.

Demikian pula dari sisi religi, Ramadhan memberikan banyak hikmah yang menstimulasi Spiritual Quotient seorang hamba. Berpuasa merupakan kewajiban, perintah Alloh SWT yang harus dilaksanakan oleh umat Islam (sebagaimana termaktub dalam QS Al – Baqarah, ayat 183). Ketaatan kita dalam menjalankan kewajiban merupakan nilai spiritual yang memperkuat kualitas ibadah, keimanan dan ketaqwaan hamba. Dalam kapasitas ini, Ramadhan sering dikaitkan dengan beberapa sebutan bulan yang bertujuan menunjukkan keistimewaan bulan Ramadhan.

Ramadhan merupakan Syahrul Qur’an, Ramadhan mengingatkan kita akan pentingnya mengaji dan mengkaji ayat-ayat Ilahi. diturunkannya Al-Qur’an di bulan suci ini memberikan isyarat bahwa wahyu Alloh SWT akan mampu dibaca, dikaji, dimaknai dan diamalkan dengan jiwa yang suci. Berkaitan dengan ini, Ramadhan juga merupakan Syahrul Jihad dan Syahrul Tarbiyah. Ramadhan dapat dijadikan momentum serta landasan konseptual untuk meluruskan pengertian jihad. Di bulan ini, semua umat muslim melakukan jihad besar yakni bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsu dan amarah. Proses jihad ini sangat berkaitan dengan pengelolaan emosi yang saya sebutkan di atas. Jihad di bulan Ramadhan ini juga dapat kita maknai untuk memerangi kemiskinan melalui sedekah, serta memerangi kebodohan melalui pengamalan Ramadhan sebagai Syahrul Tarbiyah atau bulannya pendidikan. Mengkaji Al-Qur’an dan memaknai puasa merupakan pendidikan ruhiyah dan batiniyah yang luar biasa bagi hidup dan hati manusia. Berbagai ibadah Ramadhan seperti tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, serta aktivitas Ramadhan melalui Pesantren Ramadhan merupakan tafakur dan tasyakur nikmat sebagai esensi Ramadhan demi menyongsong fitri.

Ramadhan memiliki makna yang begitu sempurna bagi hamba yang senantiasa berkaca kepada pahitnya dosa dan manisnya taqwa. Semoga kita termasuk di dalamnya. Amin. 

Marhaban Ya… Ramadhan.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga segala amal kita mendapat berkah-Nya. Amin

Rabu, 20 Juli 2011

Kau Telah Melupakan Ku

Bismillaahirrohmaanirrohiim


Wkt engkau msh kanak2,kau laksana kawan sjatiku
Dg wudhu',aku kau sentuh dlm keadaan suci
Aku kau pegang,kau junjung & kau pelajari
Aku engkau baca dg suara lirih a/pun keras stiap hari
Stelah usai engkaupun slalu menciumku mesra

Skrg engkau tlah dewasa
Nampaknya kau sdh tak brminat lg pdku
Apakah aku bacaan usang yg tinggal sjarah?
Menurutmu brngkali aku bacaan yg tdk mnambah pengetahuanmu
Atau mnurutmu aku hnya u/ anak kecil yg bljr mengaji sj?

Skrg aku,engkau simpan rapi,skali hingga kadang engkau lupa dmn mnyimpannya
Aku sdh engkau anggap hnya sbg prhiasan rmhmu
Kadangkala aku djadikn mas kawin agar engkau dianggap brtaqwa
Atau aku kau buat pnangkal u/ mnakuti hantu & syaithan
Kini,aku lebih byk trsingkir,dibiarkan dlm ksendirian,dlm ksepian
Diatas lemari,didlm laci,aku engkau pendamkan.

Dulu,pagi2,surah2 yg ada pdku engkau bc bbrp halaman
Sore harinya,aku kau bc bramai2 bersama tmanmu disurau

Skrg,pagi2,smbil minum kopi/the,engkau bc Koran pagi a/ nonton brita TV
Wkt senggang,engkau smpatkan membc buku karangan manusia
Sdangkan aku yg brisi ayat2 yg dtg dr Allah Yangg Maha Perkasa.,engkau mencampakkanku,mengabaikanku & melupakanku

Wkt brangkat krjapun,kadang engkau lupa bc pembuka surahku
Dperjlnan engkau lebih asyik mnikmati musik duniawi
Tdk ada kaset/MP3 yg berisi ayat2 Allah yg ada pdmu

Spanjang prjlnan radiomu slalu trtuju kestasiun radio favoritmu
Aku tahu,klau itu bkn Stasiun Radio yg senantiasa mlantunkan ayat2ku

Dimeja krjamu tdk ada aku u/ kau bc sblum kau mulai krj
DKomputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang skali engkau putar ayat2ku mlantun
E-mail tmanmu yg ada ayat2kupun kadang kau abaikan
Engkau trlalu sibuk dg urusan duniamu

Benarlah dugaanku bhw engkau kini sdh benar2 mlupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong brjam2 didpan TV
Mnonton pertandingan sepak bola,musik a/ Film & Sinetron
Ddpan komputer brjam2 engkau btah du2k
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Wktpun cpat brlalu,aku menjadi smakin kusam dlm lemarimu
Mengumpul debu dilapisi abu & mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Romadhon engkau membacaku kmbali
Itupun hanya bbrp lembar drku
Dg suara & lafadz yg tdk semerdu dulu lg
Engkaupun kini trbata2 & kurang lancar lg stiap membacaku.

Apakah Koran,TV,radio,komputer,dpt memberimu pertolongan?
Bila engkau dikubur sndirian menunggu smpai kiamat tb engkau kan dperiksa o/  pr malaikat suruhanNYA
Hnya dg Ayat2 Allah yg ada pdku engkau dpt slamat mlaluinya.

Skrg engkau bgtu enteng membuang wktmu...
Stiap saat brlalu,kuranglah jatah umurmu!
Dan akhirnya,kubur senantiasa mnunggu kdtnganmu..
Engkau bs kmbali kpd TUHAN mu sewkt2
Apabila Malaikat Maut mngetuk pintu rmhmu

Bila aku engkau bc slalu & engkau hayati
Dkuburmu nanti,aku kan dtg sbg pemuda gagah nan tampan
Yg kan membantu engkau membela diri
Bkn koran yg engkau bc yg kan membantumu dr prjlnan dialam akhirat
Tp,akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yg snantiasa setia mnemani & mlindungimu

Peganglah aku lg,bacalah kmbali aku stiap hari!
Krna ayat2 yg ada pdku adlh ayat suci yg brasal dr Allah,Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yg disampaikan o/ Jibril kpd Muhammad Rosulullooh

Kluarkanlah sgera aku dr lemari a/ lacimu!
Jgn lp bawa kaset yg ada ayatku dlm perjlnanmu!
Letakkan aku slalu ddepan meja krjamu!
Agar engkau snantiasa mengingat Tuhanmu

Sntuhilah aku kmbali,bc & pelajari lg aku,stiap dtgnya pagi & sore hari,spt dulu!
Wkt engkau msh kecil,lugu & polos
Dsurau kecil kampungmu yg damai
Jgn aku engkau biarkan sndiri!
Dlm bisu & sepi
Mahabenar Allah,Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Senin, 18 Juli 2011

Bermain bagi Perkembangan Anak


   Let the children play, because it is their world.


Kalimat di atas  tidak sekedar retorika, tetapi merupakan kebutuhan mental, fisik dan psikologis anak dalam masa perkembangannya. Bermain merupakan kebahagiaan bagi anak-anak karena dengan bermain mereka bisa mengekspresikan berbagai perasaanya serta belajar bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Banyak ragam dan jenis permainan yang berkembang dari waktu ke waktu. Mulai dari permainan tradisional hingga permainan berteknologi modern. Tentu saja semua itu memerlukan kontrol dan seleksi dari orang tua agar tidak membahayakan bagi perkembangan anak. Secara umum, jenis permainan anak dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok, yaitu :
  1. Permainan aktif, permainan yang biasanya melibatkan lebih dari satu orang anak. Bentuknya bisa berupa olahraga yang bermanfaat untuk mengolah kemampuan kinestesik dan lebih jauh lagi bisa memotivasi anak untuk belajar meraih keunggulan, serta belajar bertahan dalam persaingan. Bentuk permainan seperti ini secara tidak langsung juga melatih aspek kognitif anak untuk belajar mengatur dan menentukan strategi dalam meraih kemenangan, serta mengasah aspek afektif anak untuk bersikap sportif dan belajar menerima kekalahan ketika ia gagal.
  2. Permainan pasif , permainan ini bersifat mekanis dan biasanya dilakukan tanpa teman yang nyata, bentuk konkretnya seperti main game. Jenis permainan seperti ini memiliki sisi positif dan negatif. Positifnya ialah anak bisa memiliki keterampilan tertentu yang bisa berproses menjadi sebuah keahlian tertentu, sehingga bermanfaat untuk kehidupannya kelak. Main game di komputer biasanya membutuhkan keterampilan dan strategi yang tepat dari pemainnya Negatifnya ialah keranjingan dan ketergantungan berlebihan bila tidak diatur dan dibatasi oleh orang tuanya. Secara mental dan psikologis pun, anak akan cenderung menuntut untuk selalu menjadi nomor satu, bersikap egoistis, selalu ingin berkuasa dan memegang kendali atas sesuatu baik dalam keluarga maupun ketika ia bermain dengan temannya. Ini terjadi karena ia terbiasa senantiasa menang menghadapi lawan pasifnya (seperti komputer). Sikap ini kemungkinan besar akan menjadikan anak tidak bisa menerima kekalahan dan kegagalan, serta kurang nyaman bersosialisasi. Dalam kondisi tertentu, ketergantungan terhadap permainan pasif bisa menghambat kreativitas anak. Anak menjadi kurang kreatif karena terbiasa dengan program yang sudah siap pakai
  3. Permainan fantasi, permainan imajinasi yang diciptakan sendiri oleh anak dalam dunianya. Kita mungkin sering melihat dan mendengar anak kecil berbicara sendiri ketika bermain boneka. Sebenarnya ia memiliki fantasi dan imajinasi sendiri mengenai tokoh yang dimainkannya melalui boneka itu. Permainan seperti ini baik untuk kecerdasan otak kanan karena dengan sendirinya anak belajar berperan dengan berbagai karakter yang diciptakannya, merasakan sisi emosional tokoh-tokoh yang ada dalam imajinasinya, serta lambat laun akan memahami nilai baik dan buruk sebuah sikap dan sifat. Namun, sebaiknya anak diberikan ruang dan waktu untuk bermain secara berimbang antara permainan aktif, pasif dan fantasi agar kecerdasan otaknya juga seimbang.
Bermain merupakan proses alamiah dan naluriah yang berfungsi sebagai nutrisi dan gizi bagi kesehatan fisik dan psikis anak dalam masa perkembangannya. Aktivitas bergerak (moving)dan bersuara (noice) menjadi sarana dan proses belajar yang efektif buat anak, proses belajar yang tidak sama dengan belajar secara formal di sekolah. Bisa dianalogikan bahwa bermain sebagai sebuah praktik dari teori sosialisasi dengan lingkungan anak. Dengan bermain, anak bisa merasa bahagia. Rasa bahagia inilah yang menstimulasi syaraf-syaraf otak anak untuk saling terhubung, sehingga membentuk sebuah memori baru Memori yang indah akan membuat jiwanya sehat, begitupun sebaliknya. Karena itu, banyak manfaat dari bermain untuk mengoptimalkan perkembangan anak, di antaranya :
  1. Learning by planning. Bermain bagi anak dapat menyeimbangkan motorik kasar seperti berlari, melompat atau duduk, serta motorik halus seperti menulis, menyusun gambar atau balok, menggunting dan lain-lain. Keseimbangan motorik kasar dan halus akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak. Secara tidak langsung, permainan merupakan perencanaan psikologis bagi anak untuk mencapai kematangan dan keseimbangan di masa perkembangannya
  2. Mengembangkan otak kanan. Dalam beberapa kondisi belajar formal, seringkali kinerja otak kanan tidak optimal. Melalui permainan, fungsi kerja otak kanan dapat dioptimalkan karena bermain dengan teman sebaya seringkali menimbulkan keceriaan bahkan pertengkaran. Hal ini sangat berguna untuk menguji kemampuan diri anak dalam menghadapi teman sebaya , serta mengembangkan perasaan realistis anak akan dirinya. Artinya, ia dapat merasakan hal-hal yang dirasa nyaman dan tidak nyaman pada dirinya dan terhadap lingkungannya, serta dapat mengembangkan penilaian secara objektif dan subjektif atas dirinya.
  3. Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak. Bermain dapat menjadi sarana anak untuk belajar menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial. Dalam permainan anak berhadapan dengan berbagai karakter yang berbeda, sifat dan cara berbicara yang berbeda pula, sehingga ia dapat mulai mengenal heterogenitas dan mulai memahaminya sebagai unsur penting dalam permainan. Anak juga dapat mempelajari arti penting nilai keberhasilan pribadi dalam kelompok; serta belajar menghadapi ketakutan, penolakan, juga nilai baik dan buruk yang akan memperkaya pengalaman emosinya. Dengan kata lain, bermain membuat dunianya lebih berwarna, perasaan kesal, marah, kecewa, sedih, senang, bahagia akan secara komplit ia rasakan dalam permainan. Hal ini akan menjadi pengalaman emosional sekaligus belajar mencari solusi untuk menanggulangi perasaan-perasaan tersebut di kemudian hari.
  4. Belajar memahami nilai memberi dan menerima. Bermain bersama teman sebanya bisa membuat anak belajar memberi dan berbagi, serta belajar memahami nilai take and give dalam kehidupannya sejak dini. Melalui permainan, nilai-nilai sedekah dalam bentuk sederhana bisa diterapkan. Misalnya berbagi makanan atau minuman ketika bermain, saling meminjam mainan atau menolong teman yang kesulitan. Anak juga akan belajar menghargai pemberian orang lain sekali pun ia tidak menyukainya, menerima kebaikan dan perhatian teman-temannya. Proses belajar seperti ini tidak akan diperolah anak dengan bermain mekanis/pasif, karena lawan atau teman bermainnya adalah benda mati.
  5. Sebagai ajang untuk berlatih merealisasikan rasa dan sikap percaya diri (self confidence), mempercayai orang lain (trust to people), kemampuan bernegosiasi(negotiation ability) dan memecahkan masalah (problem solving). Ragam permainan dapat mengasah kemampuan bersosialisasi, kemampuan bernegosiasi, serta memupuk kepercayaan diri anak untuk diakui di lingkungan sosialnya. Anak juga akan belajar menghargai dan mempercayai orang lain, sehingga timbul rasa aman dan nyaman ketika bermain. Rasa percaya diri dan kepercayaan terhadap orang lain dapat menimbulkan efek positif pada diri anak, ia akan lebih mudah belajar memecahkan masalah karena merasa mendapat dukungan sekalipun dalam kondisi tertentu ia berhadapan dengan masalah dalam lingkungan bermainnya. Reamonn O Donnchadha dalam buku The Confident Child menyatakan bahwa “Permainan akan memberi kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus belajar memecahkan masalah.” Kepercayaan merupakan modal dalam membina sebuah hubungan, termasuk hubungan pertemanan anak kecil. Kepercayaan juga dapat menjadi motivasi untuk memecahkan masalah karena tanpa itu masalah tidak akan pernah benar-benar selesai dan sebuah hubungan menjadi tidak langgeng.
Semua orang tua pasti menyayangi anak-anaknya, bersedia melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, bentuk kasih sayang yang kurang bijaksana seringkali membelenggu kebebasan jiwa anak. Anak adalah jiwa yang bernyawa, hati yang berperasaan dan jasad yang berpemikiran. Biarkan anak bahagia dengan dunianya, karena kebahagiaan di masa kecil turut menentukan kualitas hidupnya di masa depan. Semoga bermanfa'at...

Minggu, 17 Juli 2011

Anak yang Kreatif

Anak kreatif adalah anak yang dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya dengan baik. Perkembangan kemampuan dan kecerdasannya sering kali membuatnya bersikap dan berperilaku cukup aktif, banyak bergerak dan bersuara. Hal ini sering pula diidentifikasi sebagai kenakalan oleh banyak orang tua. Padahal, aktivitas dan mobilitasnya yang berlebih merupakan wujud kemampuan berpikirnya yang serba ingin tahu. Sebelum kita men-judge bahwa anak kita nakal, alangkah bijaknya jika kita mencoba mengetahui dan memahami ciri-ciri anak kreatif berikut ini.
  1. Berpikir lancar
    Anak kreatif mampu memberikan banyak jawaban terhadap suatu pertanyaan yang kita berikan. Dalam kejadian sehari-hari, kita sering bertanya “apa”, maka sering pula dijawab dengan banyak jawaban, meskipun kadang-kadang jawabannya agak melenceng alias “ngaco”. Namun, itulah salah satu kehebatan anak kreatif. Dalam jangka panjang, anak kreatif mampu memberikan banyak solusi atas masalah yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat penting untuk dikembangkan karena di masa depannya hidup akan penuh masalah dan tantangan. Dengan kreativitasnya, maka ia akan lebih mudah menjawab masalah dan tantangan tersebut.
  2. Fleksibel dalam berpikir
    Anak kreatif mampu melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang (fleksibel), sehingga ia mampu memberikan jawaban variatif. Hal ini akan memudahkannya menjalani kehidupan dan menyesuaikan diri dalam berbagai keadaan. Seringkali tanpa kita sadari, anak memberikan jawaban atau komentar yang solutif atas pertanyaan dan pernyataan kita. Misalnya, “Si Bibi kemana sih,  jam segini belum datang, dasar malas menunda-nunda pekerjaan terus…,” dengan tiba-tiba ia berkata ”Mungkin Bibi sakit, Bu.”
  3. Orisinil (asli) dalam berpikir
    Anak kreatif mampu memberikan jawaban-jawaban yang jarang diberikan anak lain. Jawaban–jawaban baru yang tidak lazim diungkapkan anak-anak atau kadang tak terpikirkan orang lain,  di luar perkiraan dan khas. Misalnya, sang Ibu mempertanyakan baju anaknya yang kotor dengan nada sedikit kesal. “Sayang, kenapa bajumu kotor begini sih, Ibu kan sudah bilang jangan kotor-kotoran?” Jawaban si anak. “Tadi kecipratan air hujan, Bu. Teman-teman pada main ciprat-cipratan air hujan sama lumpur. Lagian kalau hujan kan Ibu seneng, banyak air buat nyuci sama mandi.”
  4. Elaborasi
    Anak kreatif mampu memberikan banyak gagasan dengan menggabungkan beberapa ide atas jawaban yang dikemukakan, sehingga ia mampu untuk mengembangkan, memperkaya jawabannya secara rinci dan detail hingga hal-hal kecil. Misalnya, “Mengapa rumah berantakan?” jawab si anak  “Ini risiko, Bu. Aku kan main, bolak-balik ke dapur ngambil makanan dan minuman, lari-lari, ketendang, jadi tumpah deh. Namanya juga main.”
  5. Imaginatif
    Anak kreatif memiliki daya khayal atau imajinasi yang ia aplikasikan dalam kegiatannya sehari-hari. Ia menyukai imajinasi dan sering bermain peran imajinasi. Misalnya, ia membayangkan dirinya sebagai Ibu, maka ia akan berperan sebagai ibu dalam segi bicara dan perilakunya. Dalam tataran anak remaja, imajinasi ini biasanya berupa fiksi ilmiah, yakni sudah cukup mampu mengembangkan imajinasinya dalam bentuk-bentuk keilmuan, seperti menulis cerpen atau naskah drama, menciptakan lirik lagu, bermusik dengan genre tertentu, dan lain-lain.
  6. Senang menjajaki lingkungannya
    Anak kreatif senang dengan bermain. Bermain dan permainannya itu selain menyenangkannya juga membuatnya banyak belajar. Ia bisa mengumpulkan dan meneliti makhluk hidup, serta benda mati yang ada di lingkungannya. Hal ini tentu saja bermanfaat untuk masa depannya karena ia akan selalu belajar dan mengasah rasa ingin tahunya terhadap sesuatu secara mendalam. Ciri ini juga terkait dengan kecerdasan anak secara naturalis. Msalnya, karena ia senang meneliti makhluk hidup, maka ia senang memelihara binatang atau tanaman yang disukainya dan memberinya nama.
  7. Banyak mengajukan pertanyaan
    Anak kreatif sangat suka mengajukan pertanyaan, baik secara spontan yang berkaitan dengan pengalaman barunya maupun hasil ia berpikir. Sering kali pertanyaan yang diajukannya membuat kita sulit dan merasa terjebak. Karena itu, kita harus memiliki strategi yang tepat dengan berhati-hati memberikan pernyataan dan harus siap dengan jawaban yang membuatnya mengerti. Misalnya, kita mengajarkan bahwa Tuhan selalu melihat kita dan tahu segala perbuatan kita karena Tuhan itu ada di mana-mana, maka ia dapat mengajukan pertanyaan “Tuhan itu laki-laki atau perempuan? Tuhan itu ada banyak ya? Kan ada dimana-mana?”. Jika tidak kita berikan jawaban yang memuaskannya, maka ia akan terus mengajukan pertanyaan.
  8. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
    Anak kreatif suka memperhatikan sesuatu yang dianggap menarik dan mendalaminya sampai puas. Rasa ingin tahu anak kreatif sangat tinggi, sehingga ia tak akan melewatkan kesempatan untuk bertanya. Karena itu, kita sering dibuatnya agak kewalahan bahkan jengkel dengan menganggap anak kita bawel. Padahal itulah kehebatannya, rasa ingin tahunya akan membuatnya haus ilmu, memiliki daya kritis dalam berpikir dan tidak cepat percaya dengan ucapan orang sebelum membuktikan kebenarannya. Misalnya, kita sedang bertamu ke rumah seseorang. Ia melihat kristal yang menarik. Matanya selalu tertuju ke sana dan pelan-pelan mendekati kristal itu, diangkat…lalu jatuh dan pecah. Ia berkata “Habis berat sih, jadi dibagi dua saja, deh!” Reaksi kita tentu saja kesal, marah dan merasa malu. Karena itu, fokus dan konsentrasi terhadap anak kreatif harus benar-benar diperhatikan. Cara berpikirnya yang cepat dan lancar akan membuatnya mudah bertindak memuaskan keingintahuannya.
  9. Suka melakukan eksperimen
    Anak kreatif suka melakukan percobaan dengan berbagai cara untuk memuaskan rasa penasaran dan rasa ingin tahunya. Karena itu, sebagaimana contoh di atas, orang tua harus bayak mendampingi dan membimbingnya, tetapi tidak bertujuan menghambat atau terlalu mencampuri eksperimennya itu. Memberikan penjelasan tentang baik dan buruknya sesuatu lebih baik daripada berkata “jangan” atau “tidak boleh”.
  10. Suka menerima rangsangan baru Anak kreatif sangat suka mendapatkan stimulus atau rangsangan baru, serta terbuka terhadap pengalaman baru. Hal ini berkaitan dengan rasa ingin tahunya dan kesukaannya bereksperimen. Semakin banyak stimulus yang kita berikan, maka semakin banyak pula pengetahuan yang didapatkannya dan semakin banyak pula percobaan yang dilakukannya, sehingga proses dan kemampuan berpikirnya akan terus berkembang dan mengasah kecerdasan otaknya.
  11. Berminat melakukan banyak hal
    Anak kreatif memiliki minat yang besar terhadap banyak hal. Ia suka melakukan hal-hal yang baru, berani mencoba hal baru dan tidak takut terhadap tantangan. Dengan mengetahui antusiasme dari minatnya terhadap sesuatu akan membantu orang tua mengenali bakat anak, sehingga sejak dini bisa mengembangkan minat dan bakatnya secara berdampingan dan berkesinambungan. Selain itu, keberanian melakukan hal-hal baru dapat memupuk rasa percaya dirinya yang bermanfaat untuk perkembangan kepribadiannya kelak.
  12. Tidak mudah merasa bosan
    Anak kreatif tidak mudah bosan melakukan sesuatu. Ia akan melakukannya sampai ia merasa benar-benar puas. Jika sudah puas, maka ia akan melakukan sesuatu yang lain lagi. Inilah ciri kreativitasnya yang menonjol. Ketidakbosanan merupakan aset berharga yang akan membuatnya terus mencari hal-hal yang dapat menginspirasinya untuk berkreasi dan berinovasi dengan hal-hal yang dialaminya dan dilihatnya, sehingga proses kereatifnya terus berjalan seiring pertumbuhan usianya.
Kreativitas lahir bukan semata-mata karena faktor keturunan, tetapi lebih karena adanya faktor stimulasi dari lingkungan anak. Dalam hal ini, stimulus dan bimbingan orang tua merupakan faktor utama dalam menumbuhkembangkan kreativitas anak. Dengan mengenali dan memahami ciri anak kreatif, orang tua dapat mengoptimalkan kemampuannya untuk mengembangkan kreativitas anak-anaknya. Karena itu, anak merupakan anugerah yang harus kita syukuri, membuat kita belajar dari dan tentang banyak hal dalam kehidupan. Semoga bermanfaat.

Rabu, 13 Juli 2011

Tak ada Manusia yang Sempurna

Matahari menyinari pagi….
Hatipun ikut merasakan kesejukan embun yang masuk lewat pori-pori.
Nikmatnya mata akan terlihat&terasa saat kita bisa melihat pemandangan yang indah,tumbuhan yang hijau,serta bunga-bunga yang beraneka warna.
Nikmatnya hati akan terasa lewat ketenangan yang dibawa dari sentuhan udara yang berhembus dngan lembut&kicauan burung yang menyapa kita dengan ramah&manis.

Lewat mata,lewat sentuhan&lewat hati adalah komponen yang bisa melengkapi nikmatnya lisan ketika kita bisa mengucap syukur  atas nikmat yang ALLAH berikan. Dan ketika kita bisa melihat bunga dengan aneka warna yang juga ditemani kupu-kupu indah yang terlihat menyapa,maka kita akan merasakan betapa kontrasnya kehidupan bunga&kupu-kupu itu dengan kita.

Ya…. Anggap saja kita adalah bunga,walaupun bukanlah bunga yang indah karena warnanya,tetapi kita boleh bangga karena keharumannya. Dan tidak semua kupu-kupu juga akan datang pada bunga yang memiliki warna yang mencolok,tetapi kupu-kupu juga akan datang kepada bunga yang memilki keharuman yang khas.

Sebagai bunga kita tidak bisa menuntut untuk terus dihinggapi dengan  kupu-kupu yang sangatlah indah,atau menuntut kupu-kupu untuk terus berada disamping kita&menemani kita. karena kupu-kupu akan hinggap jika kita masih memiliki keharuman,tetapi jikalau keharuman itu sudah hilang maka kita juga harus rela jika kupu-kupu juga meninggalkan kita.

Itulah hakikatnya manusia,ketika kita telah bertemu dengan seseorang yang memiliki keyakinan akan membawa kebaikan pada diri kita,kenapa kita masih terlalu mengejar kesempurnaan??? Kelak jika dia akan berjauh hati,maka kita akan merasa kehilangan apabila dia lenyap dari pandangan mata.

Maka dari itu janganlah kita terlalu mengejar kesempurnaan,karena itu bukanlah factor utama kebahagiaan yang sempurna. Sedangkan jika kita mau akur dengan kelemahan seseorang,maka kita sebagai manusia akan merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki.

Jika kita menyadari bahwa diri kita bukanlah manusia yang sempurna, mengapa kita mengharapkan manusia yang sempurna??? Kita hanyalah Hamba Da’if,manusia lemah yang berharap menjadi lebih baik,tapi mengapa tidak kita atasi bersama kelemahan itu,bersama-bersama berubah kearah kebaikan,bukankah itu yang dinamakan pasangan yang saling melengkapi???

Bunga yang indah tidak akan dikatakan sempurna jika dia juga tidak merasa dibutuhkan oleh kupu-kupu.
Dan kupu-kupu juga tidak akan dikatakan sempurna&terlihat keindahannya jika dia tidak menyandarkan dirinya disamping bunga yang harum&juga indah. Bunga juga harus rela MENERIMA kupu-kupu yang dulunya dia hanyalah seekor ulat yang menjijikkan. Begitupun kupu-kupu,dia juga harus bisa MENGHARGAI perjuangan bunga untuk menjadi bunga yang senantiasa indah&mekar,lengkap dengan keharumannya.

Sebelum kita berusaha mencari kesempurnaan dalam diri orang lain,maka sempurnakanlah kita dahulu,tetapi jika kita telah menemukan seseorang yang ikhlas menyayangi setulus hati,buat apa??? yang pasti mutiara mengharapkan sebuah cinta yang berlandaskan keimanan&cinta yang membuat kita semakin dekat denganNya.

Bersyukurlah untuk para istri/suami yang sangat disayangi oleh pasangannya. Dan bersyukurlah untuk kita para pencari jati diri yang sangat disayangi oleh orang tua&orang-orang terdekat kita. Hargailah kekurangan untuk menggapai bahagia, dan cintailah seseorang dengan segala kekurangannya untuk menggapai ridhoNya.

Semoga bermanfaat

Jangan ada Kata Menyerah

Gontai hati melangkah
Susuri pusaran waktu
Kerikil-kerikil jalanan
Tajam menusuk langkahku

Anganku tergantung di awan
Dibakar mentari
Ditelan bumi

Harapanku lelap
Mimpiku mati
Suram kutatap haluan hidupku

Namun
Meski terjerembab
Aku harus tetap berdiri
Teruskan langkah
Jangan ada kata “menyerah”

Pendakianku belum berakhir
Ku yakin
Di puncak sana
Akan kutemukan sinar mentari....

Senin, 11 Juli 2011

Ada apa dengan HATI..?

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan kebahagiaan, keselamatan dan keberkahan-Nya pada kita semua, Amin. Dan kita semua berlindung kepada Allah dari segala tipu daya Syaitan laknatullah, yang senantiasa membawa kita pada kesesatan dan kehinaan di dunia hingga akhirat.

Setelah beberapa waktu yang lalu saya menuliskan sebuah tulisan sederhana tentang Iblis laknatullah dengan judul Kenalilah Musuhmu dan Madrasah Iblis, maka dalam benak saya selanjutnya adalah selalu termotivasi untuk mengevaluasi diri dan memahami tentang hakikat hati yang sesungguhnya dalam diri kita, karena hati adalah sasaran utama tipu daya Syaitan laknatullah dalam diri manusia, selain pandangan serta panca indera lainnya. Sebuah bahasan yang cukup rumit dan memerlukan kehati-hatian dalam penyampaiannya, serta yang paling utama adalah ilmu yang menyertainya.  Namun saya akan berusaha belajar agar selalu mengerti hakikat hati manusia yang sesungguhnya dengan kedangkalan ilmu serta keawaman saya dalam ilmu Dien. Dan saya merasa bahasan ini sangatlah luas,  karena ia mendominasi semua permasalahan yang ada dalam diri kita dan saya hanya akan mengulas secara garis besarnya saja terlebih dahulu.  Semoga Allah meridhai tulisan saya ini dan memaafkan saya bila menyimpang dari kebenaran, karena sesungguhnya Dialah pemilik mutlak akan suatu kebenaran.

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak pernah dan tak akan pernah menciptakan sesuatu apapun dengan sia-sia dan berlepas tangan terhadap apa yang telah Dia ciptakan. Begitu juga dengan diciptakannya manusia sebagai khalifah di muka bumi, maka segala sesuatu tercipta menyertai kesempurnaan fisiknya, dan salah satunya adalah hati yang sangat luar biasa peranannya bagi manusia, sebuah kendali hidup yang akan membawa manusia ke dalam kenikmatan sesungguhnya atau kenikmatan sesaat, sebuah kebahagiaan hakiki atau kebahagian fana, dan bisa menjadi penentu apakah Surga atau Neraka yang akan kita tempati dengan kekekalannya. Maha Suci Allah dengan segala penciptaan-Nya.

Ada apa dengan hati? Itulah yang selalu ada dalam benak saya, sebuah anugerah yang memerlukan ilmu dan keimanan untuk menggalinya serta mengetahui hakikatnya. Dan kesempurnaan manusia itu adalah dengan diciptakan-Nya hati sebagai pengendali utama perilaku hidup. Manusia memiliki tujuan dalam proses penciptaan-Nya, yaitu selain tugas utama untuk beribadah, maka hal lain yang menyertai kewajiban itu serta yang perlu kita tindaklanjuti selanjutnya adalah menelaah bagian-bagian penting yang melekat pada proses ibadah itu sendiri, yaitu keberadaan hati manusia sebagai bagian penting organ tubuh manusia, baik secara lahiriah maupun batiniahnya.

Allah Yang Maha Kuasa atas tiap-tiap mahluk-Nya dan Dialah sebagai Sang Pencipta apapun yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia menciptakan manusia dalam berbagai kesempurnaan anggota tubuhnya dengan tidak sia-sia,  serta apapun yang ada dalam jiwa dan raga manusia akan dimintai pertanggungjawabannya, Dia juga membebankan kewajiban terhadap kita dengan perintah dan larangan-Nya. Lalu Dia mewajibkan kita untuk memahami petunjuk-Nya, baik secara rinci maupun global. Dia juga membagi mereka ke dalam orang-orang yang selamat dan orang-orang yang celaka. Allah menempatkan kita pada suatu keadaan dan tingkat yang berbeda sesuai dengan keimanan dan ketaqwaannya. Dan Dia pun memberikan kepada kita bahan atau sarana untuk merealisasikan ilmu dan amal yakni hati, pendengaran, penglihatan, mulut, dan anggota tubuh lainnya sebagai nikmat dan anugerah-Nya dan kesemuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya. Sebagaimana firman Allah :

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Israa ‘ : 36)

Dan inilah hati yang saya maksudkan, karena hati bagi segenap tubuh manusia adalah laksana raja yang mengatur bala tentaranya, yang semua perbuatan kita berasal dari perintahnya, lalu ia gunakan sekehendaknya, sehingga semuanya berada di bawah kekuasaan dan perintahnya, dan dari padanya juga sebuah kesesatan maupun istiqamah akan tercipta serta dari padanya pula sebuah niat termotivasi atau bahkan menjadi sirna. Maka karena hal inilah Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

“Ketahuilah, sesunguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging, jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh.” (H.R. Bukhari Muslim)

Dari keterangan di atas, maka hati itu adalah rajanya. Dialah pelaksana dari apa yang diperintahkan, yang menerima hidayah-Nya, dan tidaklah suatu amalan menjadi lurus dan benar kecuali bersumber dari tujuan dan maksudnya. Hati inilah yang paling bertanggungjawab terhadap semuanya, sebab setiap pemimpin akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Maka sudah sepantasnyalah kita memperhatikan dan meluruskan hati sebagai prioritas utama dan pertama, kemudian kita berusaha untuk mendeteksi serta mengobati berbagai penyakit yang ada dalam hati kita.

Pada saat musuh Allah dan musuh kita semua, yaitu Iblis laknatullah mengetahui bahwa poros dan sandarannya adalah hati, maka ia membisik-bisiknya, menghembuskan aroma kejahatannya, membuat menawan berbagai bentuk subhat juga maksiat, menggodanya dalam berbagai keadaan dan amalan yang menghalanginya dari jalan yang benar, menghamparkan sebab-sebab kesesatan yang memutuskannya dari sebab-sebab taufiq, dan memasang untuknya jaring serta tali agar tak ada satu pun yang selamat dari tipu dayanya. Dan tidak ada tipu daya yang akan menyebabkan menusia terjerembab kedalamnya, kecuali dengan senantiasa memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mencari sebab-sebab keridhaan-Nya, menyandarkan dan menghampiri-Nya dengan menghinakan diri di hadapan-Nya namun selalu berharap dari Kasih Sayang-Nya. Karena tanpa pertolongan Allah, kita tidaklah memiliki kuasa untuk menahan dari segala tipu daya Syaitan laknatullah. Dan akan sangat beruntunglah mereka yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapat jaminan-Nya sebagaimana disebutkan dalam Ayat-Nya :

“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka.” (Q.S. Al-Hijr : 42)

Dan inilah sesungguhnya yang akan memutuskan hubungan antara seorang hamba dengan Syaitan laknatullah. Sebuah penghambaan diri terhadap Tuhannya dan keikhlasan yang selalu melekat dalam hatinya. Dua unsur ini merupakan hal yang akan dijauhi godaan Syaitan laknatullah dan tidak ada kuasa mereka terhadapnya. Dan orang yang bersemayam keikhlasan dalam hatinya, maka meraka termasuk golongan dimana Syaitan laknatullah tidak bisa mendekatinya, dan itulah perkataan dari musuh kita. Karena jika hakikat Ubudiyah dan keikhlasan telah merasuk ke dalam hatinya, maka sesungguhnya merekalah orang-orang yang paling dekat dengan Allah dan dengan demikian ia akan termasuk dalam pengecualian ayat dimana Iblis laknatullah tidak akan mampu menggoda suatu golongan manusia yang dalam hatinya tertanam keikhlasan yang kuat, sebagaimana perkataan mereka yang diabadikan dalam Firman Allah :

“Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shaad : 83)

Maka jagalah hati kita untuk senantiasa menghambakan diri kepada Allah, bukan pada manusia apalagi kenikmatan duniawi, bukan pada kekuasaan semata terlebih kenikmatan syahwat belaka. Dan tanamkanlah keikhlasan sedalam-dalamnya pada diri kita,  agar Syaitan laknatullah tidak mampu mendekati, mengajak, bahkan membawa kita kepada kesesatan yang nyata, kepada kemaksiatan yang akan menyebabkan kenistaan seorang hamba. Dan bila kita mengerti dan memahami hakikat hati yang sesungguhnya, maka insya Allah kita akan mengetahui berbagai penyakit hati dan obatnya serta berbagai bisikan Syaitan laknatullah yang merupakan musuh abadi kita. Dan Insya Allah kita akan mengetahui keadaan hati kita yang sesungguhnya, yang merupakan pengendali utama tubuh dan amalan kita. Karena sesungguhnya keadaan hati yang buruk adalah berasal dari tujuan hati yang buruk, lalu dengan perbuatan buruk itu hati menjadi keras dan penyakitnya itu akan bertambah terus hingga akhirnya menjadi hati yang mati. Hati yang jauh dari kebenaran, hati yang jauh dari penciptaan awalnya, hati yang jauh dari nur Allah sehingga menjadi hati yang tiada berguna.  Maka tinggalah ia tanpa kehidupan dan penerang, dan ia telah berada dalam kegelapan yang sesungguhnya, sebuah kehidupan tanpa pelita sedikit pun. Dan akhirnya mereka akan termasuk golongan orang-orang yang merugi, sengsara di dunia dan mendapatkan siksa di akhirat kelak serta menjadikan dirinya sebagai teman Syaitan laknatulah di neraka yang kekal abadi tak berujung. Naudzu Billah min Dzalik.

Maka saya mengajak kepada Saudara-saudaraku seiman, marilah kita bersama-sama berusaha untuk mengerti hakikat hati ini, agar kita tidak menyesal suatu saat nanti, dimana tidak ada lagi amalan ibadah yang bisa kita perbuat, jikalau hari telah usai. Dan marilah kita saling mengingatkan di antara kita,  sebagai kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya. Ulasan sederhana saya ini hanyalah sebagai motivasi awal saja, agar kita lebih mendalami hakikat hati ini. Dan Engkau bisa mempelajari lebih dalam tentang hal ini, tentunya pada orang yang benar-benar ahli ilmu Agama dan menjadikan ilmu itu sebagai landasan hidupnya, karena saya hanyalah seorang yang awam dan sedang belajar menuntut ilmu Dien, serta berusaha mengamalkan dengan sekemampuan saya. Dan saya berharap kapan-kapan ada kesempatan saya untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan hati ini, tentunya atas ijin serta ridha-Nya, Amin.

Apabila perkataan saya ini benar, maka sesungguhnya ia datangnya dari Allah Ta’ala dan apabila perkataan saya salah, maka itulah diri saya yang bodoh,  sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kehilafan. Semoga Hidayah-Nya, Pertolongan-Nya, Kasih Sayang-Nya senantiasa dilimpahkan pada kita semua, Amin.

Semoga bermanfa'at...

Minggu, 10 Juli 2011

Madrasah Iblis

Alhamdulillah kita masih diberikan umur panjang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga kita masih bisa bersilaturahim kembali. Meneruskan tulisan saya sebelumnya tentang “Kenalilah Musuhmu!” dimana saya merujuk pada sebuah kitab berjudul “Hiwarun ma’a Iblis” buah karya Muhammad Abduh Al-Maghawuri, maka Alhamdulillah saya bisa meneruskan kembali tausiyahnya dan mudah-mudahan membawa manfaat pada kita semua. Semoga kita semua selalu waspada dan berhati-hati setiap saat sepanjang masa dari segala tipu daya, hasutan dan bisikan Iblis laknatullah, dan semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan dan perlindungan kepada kita semua, Amin.

Muhammad Abduh Al-Maghawuri dalam kitabnya mengatakan bahwa sesungguhnya Iblis laknatullah itu mempunyai lembaga pendidikan besar yang menampung banyak murid dari golongan Syaitan laknatullah beserta bala tentaranya. Jika salah satu dari Syaitan-syaitan laknatullah itu menghadapi kesulitan dalam pelajaran, ia bisa langsung belajar di hadapan guru besar Iblis laknatullah dan menanyakan apapun yang ia tidak mengerti.

Dari beberapa kisah yang tidak saya tuliskan disini karena keterbatasan dalam penyajiannya termasuk mempersingkat tulisan, Muhammad Abduh Al-Maghawuri mengatakan bahwa dari kisah-kisah tersebut, dapat diambil pelajaran bahwa pelajaran yang diberikan Iblis laknatullah kepada para Syaitan laknatullah sangat besar bahayanya bagi umat manusia. Diantara pelajaran pokok itu adalah :
  1. Iblis lanatullah melarang para muridnya berputus asa dalam menggoda anak cucu Adam. Mereka (Syaitan dan bala tentaranya) disuruh terus menggoda manusia dari semua sisi dan dengan segala macam cara serta sarana apa saja. Iblis melarang seluruh muridnya berputus asa, namun menyuruh mereka menggoda manusia agar berputus asa, karena putus asa adalah sesuatu yang telah Allah Ta’ala peringatkan agar manusia menjauhinya. Hal ini berdasarkan kisah ketika Nabi Isa Alaihi Salam dilahirkan dan saat itulah para malaikat menjaganya. Dan diantara beberapa Syaitan laknatullah ada yang merasa putus asa karena malaikat menjaga Nabi Isa Alaihi Salam.
  2. Iblis laknatullah menyuruh Syaitan laknatullah beserta bala tentaranya untuk menggunakan berbagai tipu dayanya agar manusia memiliki sifat terburu-buru, dan ketidak hati-hatian. Karena dengan sifat itu menjadikan manusia melakukan dosa-dosa yang tidak ia sadari.
  3. Iblis laknatullah mengajarkan agar para Syaitan laknatullah menggunakan berbagai macam cara yang dapat mengantarkan manusia kepada kemaksiatan dan kekufuran. Dan kekufuran adalah sesuatu yang paling Iblis laknatullah senangi, karena kekufuran manusia adalah mutlak menyebabkan ia abadi berada di neraka.
  4. Iblis laknatullah memberikan pesan penting kepada Syaitan laknatullah dan bala tentaranya untuk menghalang-halangi manusia yang akan berjuang di jalan Allah dan tidak rela membiarkan mereka mati sebagai mujahid, yang akan memasukannya ke dalam surga.
  5. Iblis laknatullah menyuruh kepada para syaitan laknatullah agar manghancurkan manusia dengan menanamkan sifat ketamakan (rakus) dan iri hati atau dengki. Dengan iri dan tamak, orang bisa berbuat apa saja yang tentunya menambah dosa-dosa lainnya. Hal ini berdasarkan kisah dari dialog Iblis dengan nabi Nuh Alaihi salam.
  6. Iblis laknatullah mengajarkan kepada para Syaitan laknatullah agar menggoda manusia sehingga ia perutnya selalu berada dalam kekenyangan dan berlebihan dalam hal makanan. Hal ini berdasarkan kisah dialog iblis dengan nabi Zakaria Alaihi Salam.
    Berkata Lukman Al-Hakim dalam kisah ini: “Jika lambung dipenuhi dengan makanan maka pikiran akan tertidur, jauh dari hikmah dan anggota badan akan malas diajak untuk beribadah”
  7. Iblis laknatullah menyuruh para Syaitan laknatullah dan bala tentaranya agar lebih menggoda para ‘Abid (orang-orang ahli ibadah) dan jangan terlalu menyibukkan diri dengan menggoda orang-orang Alim.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ; Sesungguhnya para Syaitan pernah berkata kepada Iblis, “Wahai tuan guru, kami gembira dengan kematian orang Alim (orang-orang ahli ilmu agama) dan tidak dengan kematian seorang ‘Abid. Sebab kami tidak bisa mengoda orang Alim. Sedangkan orang ‘Abid gampang kami goda.”
Iblis berkata, “Ayo, berangkatlah kalian. Para Syaitan itu pun berangkat mendatangi orang ‘Abid ketika sedang khusyu beribadah, lalu berkata, “Kami ingin bertanya kepada Anda, mampukah Allah Tuhanmu memasukkan bumi ini ke dalam telur?” “Saya tidak tahu”, jawabnya. Lantas Iblis berkata kepada para Syaitan, “Apakah kalian melihat satu kekufuran pada jawaban si ‘Abid tadi?” Pertanyaan itu dijawab sendiri oleh Iblis untuk mengajarkan satu ilmu kepada para Syaitan itu. “Sungguh dia telah kufur karena telah meragukan kekuasaan Allah,” ujarnya. Kemudian ia ganti mendatangi seorang Alim dan berkata, “Kami ingin bertanya kepada Anda?” “Oh silahkan tanya”, jawab si Alim. Lalu Iblis bertanya, “Bisakah Tuhan Anda memasukan bumi ke dalam telur?” “Ya bisa,” jawabnya tegas. “Bagaimana caranya?” Orang Alim itu menjawab dengan mengutip firman Allah : “Sesungguhnya perintah-Nya , jika Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, jadilah! Maka jadilah ia.”
Setelah mendengar jawaban orang alim seperti itu, Iblis kembali dengan membawa kegagalan dan kekecewaan. Lalu ia berkata kepada para Syaitan, “Beginilah ulama merusak rencana kita dengan segala cara.”

Dari kisah di atas, orang Abid yang gemar ibadah tapi bodoh, akan gampang sekali jatuh ke dalam perangkap Iblis laknatullah. Dia tidak mendatangkan manfaat kecuali untuk dirinya sendiri. Lain dengan orang Alim, disamping tidak bisa dibohongi atau digoda iblis, dia juga mendatangkan manfaat baik bagi dirinya maupun orang lain, karena ilmu agama yang dimilikinya.

Maka saya mengajak kepada sahabat dan pembaca tulisan ini, agar kita senantiasa menuntut ilmu agama dengan kesungguhan dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena orang yang berilmu akan lebih sulit mendapatkan godaan daripada orang ‘Abid yang sangat gemar beribadah namun sedikit ilmu yang ia miliki. Dimana ia hanya menyandarkan diri pada taklid buta dan hanya meneruskan ilmu yang diajarkan secara turun temurun,  namun tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.


Setelah keluar dari sekolahan Iblis laknatullah, murid-muridnya ini selanjutnya disebar dan siap untuk menggoda manusia yang lengah akan tipu dayanya. Menurut pendapat beberapa ulama, Iblis laknatulllah mempunyai lima anak murid yang masing-masing diberikan ijasah. Kelima murid itu ialah Mutsbir, A’war, Mabsuth,Dasim dan Zalnabur.
Mutsbir membawa ijasah dari Iblis laknatullah dengan spesialisasi menggoda manusia manakala ia mendapat musibah, sehingga manusia melukai dirinya, merobek-robek saku, menampar pipi, memukul-mukul kepala dan menyebarkan ajaran-ajaran jahiliyah lainnya. A’war membawa ijasah yang bidangnya khusus menangani masalah perzinaan dan menghiasinya agar tampak indah di mata manusia. Sedangkan Dasim mengantongi ijasah yang ahli tentang ilmu marah dan mengadu domba antar suami isteri. Adapun Zanabur membawa ijasah yang dinyatakan sebagai pemilik pasar atau membuat manusia melakukan berbagai kejahatan dan kecurangan dalam perniagaannya.

Selain mereka masih ada beberapa murid yang tamat dari sekolahan itu, diantaranya Khanzab, Syaitan laknatullah yang khusus menggoda orang shalat. Walhan, Syaitan laknatullah yang menggoda manusia ketika akan dan sedang  wudhu. Ringkasnya semua Syaitan laknatullah yang tamat dari madrasah Iblis laknatullah tugas pokoknya adalah menggoda manusia dan menyesatkannya dari jalan yang lurus.

Demikianlah beberapa pelajaran penting Iblis laknatullah kepada para muridnya. Mudah-mudahan kita semua selalu waspada terhadap  godaan Syaitan laknatullah dan bala tentaranya, karena mereka akan menggoda kita dalam setiap gerak langkah kita. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan perlindungan dari Allah Ta’ala, agar mereka para Syaitan laknatullah dan bala tentaranya tidak membawa kita kepada lembah kemaksiatan dan kekufuran, Amin.

Karena banyaknya materi yang harus disampaikan dan saya harus meringkasnya sendiri, maka beberapa materi lainnya pun Insya Allah akan saya lanjutakan kembali di postingan berikutnya, Insya Allah mudah-mudahan kita semua dipanjangkan umur oleh Allah Ta’ala. Dan hanya satu niatan dalam diri saya, hanya ingin menyampaikan sedikit ilmu, sehingga akan memperkaya ilmu agama kita, sesuai dengan pernyataan Iblis laknatullah, bahwa mereka akan sulit menggoda ahli ilmu, namun mereka tidak akan pernah putus asa untuk menggoda mereka. Allahu ‘Alam bi Showab.

Semoga bermanfaat....

Sabtu, 09 Juli 2011

Pahamilah Musuhmu

Pada kesempatan kali ini saya ingin lebih mengingatkan diri saya sendiri untuk selalu waspada terhadap kejahatan, tipu daya, hasutan dan bisikan-bisikan iblis laknatullah, yang selalu menggoda manusia pada kesesatan yang nyata dan membuat kerusakan serta fitnah  di muka bumi ini. Dan saya berharap, akan membawa manfaat bagi para sahabat dan pembaca lainnya. Harapan saya dan mudah-mudahan menjadi harapan sahabat juga, bahwa kita berusaha untuk menghindarkan diri dari hasutan dan bisikan iblis laknatullah, sehingga kita senantiasa berada dalam jalan yang lurus dan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, Amin.

Sebagai referensi saya dalam postingan ini adalah sebuah kitab karya Muhammad Abduh Al-Maghawuri yang berjudul “Hiwarun Ma’a Iblis”, dimana kitab ini menjelaskan tentang bisikan-bisikan iblis laknatullah dalam hati manusia dan cara menangkal dari keburukan serta kejahatannya. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan ilmu bagi kita semua dan kita diberikan kekuatan oleh Allah Ta’ala untuk mengamalkannya sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat untuk diri, keluarga, sahabat dan saudara-saudara kita kaum mukmin lainnya. Semoga para sahabat dan pembaca termasuk diri saya sendiri senantiasa mendapat Petunjuk serta Hidayah-Nya, Amin.

Sesungguhnya sudah menjadi kewajiban setiap muslim sejati yang berpikiran sehat dan jernih, yang beriman dan berakal sehat, yang mengharapkan dapat bertemu dengan Sang Khalik, yang menginginkan pahala akhirat dan kebahagian di dunia, untuk senantiasa hati-hati serta waspada terhadap gangguan iblis laknatullah dan bala tentaranya. Mengapa? Karena iblis laknatullah tak pernah mau berhenti sekejap pun dalam melakukan kegiatannya yang terkutuk untuk menggoda manusia, oleh karena itu, sedetik pun setiap mukmin tidak boleh lengah dan senantiasa mengisi hatinya dengan berdzikir dan bersyukur. Dan kita harus ekstra hati-hati dan waspada terhadap segala tipu daya dan bujukan iblis laknatullah. Itulah kewajiban setiap mukmin sejati dan orang-orang yang selalu mengharapkan kebahagiaan di dunia terlebih di akhirat nanti.

Berdasarkan sebuah keterangan, iblis laknatullah tidak dapat secara langsung menyeret seseorang kepada kekufuran, tetapi dia akan menebar fitnah, kebencian dan permusuhan diantara hamba-hamba Allah, sehingga mereka tersesat dan menyimpang dari rel yang benar. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam ;


“Sungguh iblis telah putus asa menggoda supaya dirinya disembah oleh orang-orang shalat. Tetapi ia tetap berupaya keras menghasut (supaya timbul permusuhan) diantara mereka.” (HR. Muslim)

Sekiranya ada pertanyaan ; Manfaat apa yang akan diperoleh iblis laknatullah dengan pecah belahnya kaum muslimin? Maka Insya Allah jawabannya kira-kira seperti ini, jika kaum muslimin berpecah belah, maka tercapailah tujuan yang diinginkan iblis laknatullah. Sebab ia dengan mudah menggoda setiap manusia, sebagaimana terdapat dalam salah satu hadits Nabi Shalallahu Alaihi Wasssalam :

“Sesungguhnya iblis meletakkan arsynya (singgasana) di atas air, kemudian ia mengirim bala tentaranya (untuk menggoda manusia). Diantara bala tentara itu, yang terdekat kedudukannya di sisi iblis, ialah yang paling besar fitnahnya diantara mereka. Lalu salah satu dari mereka datang dan berkata, “Saya tidak akan tinggalkan orang ini sampai saya berhasil memisahkan dari istrinya.” Lalu iblis memeluknya dan berujar, “Sungguh bagus kamu.” (HR. Muslim)

Hadits ini memberikan gambaran pada kita, bahwa kita harus senantiasa berhati-hati dengan segala tipu daya iblis laknatullah, terutama karena iblis laknatullah sangat pandai dalam membuat suatu fitnah sehingga menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Bila kita simak dari hadits di atas, maka termasuk poin penting adalah bahwa dengan fitnah yang dihasutkan pada jiwa seseorang, maka dia akan memecah hubungan satu manusia dengan manusia lainnya, sehingga bila ia dalam kesendiriannya, disitulah iblis bisa menghancurkan keimanannya dan menambahlah temannya di neraka nanti.

Sesungguhnya dalam beberapa keterangan, disebutkan bahwa iblis laknatullah tidak akan mampu menggoda manusia yang melakukan segala sesuatunya berdasarkan keikhlasan hati, yang selalu mengokohkan keimanannya dan selalu bertawakkal pada-Nya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang ikhlas, golongan orang-orang yang selalu mengokohkan imannya dan senantiasa bertawakal kepada-Nya. Amin.

Siapakah sebenarnya iblis itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mencoba mengemukakan salah satu pendapat dari seorang ahli ilmu dan ahli tafsir terkemuka yaitu Ibnu Katsir (semoga Allah merahmati Beliau) dalam sebuah kitabnya yang berjudul “Qashasul Anbiya” yang mengatakan bahwa “Iblis adalah dari bangsa jin yang pada mulanya tinggal di satu daerah di muka bumi yang bernama Al-Jazair. Di daerah itu ia tinggal bersama bangsanya dalam jumlah yang banyak sekali. Kemudian, karena mereka berbuat kerusakan di muka bumi, maka mereka diperangi oleh para malaikat, dan sebagian dari mereka ditawan, diantaranya iblis ini.

Setelah mendapat ampunan dari Allah dan sekaligus menyembah-Nya, jadilah ia pemimpin malaikat yang berada di langit dan di bumi. Iblis mulanya mahluk yang sangat dekat dengan Allah. Nah ketika datang perintah sujud kepada Adam, iblis menolak perintah itu dan malahan menyombongkan diri karena merasa lebih mulia daripada Adam. Sejak itulah dia menjadi syaitan yang terkutuk.”

Lalu apakah sesungguhnya perbedaannya iblis dengan syaitan laknatullah? Sebagaimana Iblis laknatullah yang telah diuraikan diatas, maka syaitan laknatullah adalah setiap yang berbuat maksiat dan durhaka kepada perintah Allah dari golongan jin dan manusia. Bahkan binatang pun ada yang termasuk syaitan. Menurut cerita bahwa dalam bahasa Arab, ular juga disebut syaitan. Allahu ‘Alam bi Showab.

Ada salah satu hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang bisa dijadikan gambaran bahwa iblis dan syaitan adalah penyebutan dua mahluk yang berbeda. Hadits tersebut sebagaimana diceritakan oleh Aisyah, bahwa , pada suatu malam Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah keluar rumah meninggalkan dirinya.

Katanya,”Lalu saya keluar pula membuntuti Beliau dari belakang. Ketika Beliau melihat apa yang saya lakukan, Beliau pun berkata, “Apa yang engkau lakukan, hai Aisyah. Apakah kamu cemburu?” Saya jawab, orang seperti saya kenapa tidak cemburu kepada Anda ya Rasul. Beliau berkata, “Atau barangkali setanmu telah mendatangimu?”, Apakah saya disertai syaitan, ya Rasulullah? Tanyaku heran. “Ya” jawabnya. Apakah tiap-tiap manusia disertai syaitan? Tanyaku. “Ya” jawabnya. Anda juga disertai syaitan ya Rasulullah? Tanyaku lagi. Beliau menjawab, “Ya, saya juga disertai syaitan. Tetapi Tuhanku telah menolongku atasnya sehingga ia tunduk.”

Dari keterangan di atas, beberapa ulama menafsirkan bahwa “Iblis itu dari golongan syaitan karena kedurhakaannya. Sedangkan syaitan laknatullah sendiri itu, bukanlah iblis, karena iblis adalah kata untuk jin tertentu bernama “Azazil”. Disamping itu setiap manusia disertai syaitan laknatullah. Akan tetapi setiap manusia tidak disertai iblis laknatullah” Dan sebagian ulama mengatakan bahwa “hadits diatas menunjukan bahwa adanya perbedaan antara kata iblis dan kata syaitan.” Dan saya berkata Allahu ‘Alam bi Showab, hanya Allah Yang Maha mengetahui segala sesuatunya.

Wahai sahabatku juga kaum muslimin semuanya, hendaklah kita selalu waspada terhadap perilaku-perilaku jahat dan buruk, dari kesombongan dan kecongkakan, dari segala tipu muslihat iblis laknatullah yang telah dihembuskan pada syaitan laknatullah dari golongan jin dan manusia, yang setiap saat menggoda kita, yang setiap waktu berniat menyesatkan kita dan berkeinginan memperbanyak umat yang dapat menemaninya di neraka kelak. Dan kisah kesombongan iblis laknatullah ini diabadikan dalam sebuah ayatnya dalam Al-Qur’an, yaitu :


“Dan Ingatlah tatkala Kami berkata kepada malaikat, sujudlah kalian kepada Adam. Lalu mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia justru enggan dan menyombongkan diri, dan dia termasuk golongan orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah : 34)

Marilah kita bersama-sama untuk saling mengingatkan untuk mendekatkan diri kita pada Allah Ta’ala sebagai Raja sekalian alam, yang menguasai langit dan bumi beserta seluruh mahluk ciptaan-Nya, karena mereka (syaitan laknatullah) telah bersumpah di hadapan Allah untuk menggoda manusia dari segala penjuru, sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah ayat –Nya :


“Iblis menjawab, berilah saya tempo sampai waktu mereka dibangkitkan.” Allah berkata, “Sungguh kamu salah satu dari mereka yang diberi tempo.” Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalanmu yang lurus. Kemudian saya akan datangi mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Sehingga Engkau tak akan dapati kebanyakan mereka yang bersyukur/taat .” Allah berfirman, “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai mahluk paling hina lagi tersesat. Sesungguhnya barangsiapa diantara kamu (manusia) yang mengikutimu, sungguh Aku akan masukkan mereka ke dalam neraka jahannam bersama kamu sekalian.” (QS. Al-Baqarah : 34)

Dari ayat di atas, beberapa ulama sepakat bahwa tugas atau pekerjaan iblis laknatullah adalah menggoda, menyesatkan dan menghalang-halangi cucu Adam dari jalan yang lurus serta senantiasa menjerumuskan mereka ke lembah kesesatan. Kesesatan yang membawa pada penyesalan yang tiada arti dan dari kebinasaan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dan semoga kita bisa menjaga diri dari segala tipu daya iblis laknatullah, yang senantiasa menggoda kita baik dari golongan jin dan manusia, terlebih dengan syaitan yang menyerupai manusia, karena mereka nyata terlihat namun samar untuk diketahui, Amin.

Insya Allah pada tulisan berikutnya saya akan mencoba untuk belajar mengingatkan diri saya sendiri dengan materi yang berkaitan dengan hal di atas, yaitu tentang cara iblis menggoda manusia dan beberapa pelajaran penting lainnya. Dan mudah-mudahan juga dapat membawa manfaat serta kebaikan pada para Sahabat dan pembaca lainnya. Dan saya hanyalah seorang hamba yang sedang belajar memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, dimana salah satunya dapat terhindar dari bisikan dan hasutan iblis laknatullah berkat pertolongan dan perlindungan dari Allah Ta’ala, Amin.

Rabu, 22 Juni 2011

Hidup Adalah Pilihan

awali hari dengan senyuman....
indah pagi  kan kusambut dengan berjuta senyum hangat, sehangat mentari pagi yang selalu menemani tiada henti dan tanpa kenal lelah.
sejuk hari kan ku simpan dalam relung sanubari yang kan menemani ku sepanjang hari.

hidup adalah sebuah perjalanan panjang, tak pernah berhenti jika waktunya belum tiba. juga tak pernah kembali dan akan terus maju hingga titik akhir cerita.
hidup adalah serangkaian cerita panjag penuh dengan liku. kadang ceritanya begitu menyenangkan namun kadang begitu memilukan. tapi itulah indahnya sebuah cerita, kadang mambuat kita tertawa tapi juga bisa membuat kita menangis berderai-derai air mata.

pilihlah hidupmu. karena kamulah yang akan menjalankannya. pilihan yang benar akan membawa pada ujung cerita yang indah walau kadang jalannya dipenuhi dengan ranjau dan duri yang akan menyakitkan. tapi itu akan sebanding dengan apa yang akan kita dapat sesudahnya. seperti pepatah mengatakan "melangkah ke alam perjuangan berarti rela dalam kepahitan.biarlah diri menangis terluka, kecewa, asal tetap berada dijalan ALLAH. Jika ditanya kenapa perjuangan itu pahit? jawabnya adalah karena JANAH (syurga) itu MANIS."

hidup adalah pilihan....so selamat memilih.....
jangan lupa awali pilihanmu dengan sebuah senyuman optimis, bahwa pilihan mu adalah benar....

wallahu'alam bis shawab

Rabu, 15 Juni 2011

Takdir: Rezeki, Jodoh dan Kematian


Tentang Takdir

Konsep takdir, selalu menjadi perdebatan dan pertanyaan banyak orang. Belakangan ini, saya cukup banyak menemukan pertanyaan atau pun diskusi-diskusi tentang takdir. Bagi Umat Islam, Takdir merupakan bagian daripada Aqidah, karena merupakan bagian daripada Iman terhadap Qadla dan Qadar, dimana kata Takdir ini merupakan kata yang berasal dari Qadar. Karenanya, pemahaman tentang takdir ini sangat penting bagi seorang muslim. Sebab, pemahaman akan takdir ini akan menentukan arah dan sikap seorang muslim terhadap berbagai hal yang terjadi selama hidupnya. Karenanya, banyak juga ulama-ulama yang membahas konsep takdir ini dalam buku yang mereka buat.


Mengenai takdir ini, terdapat 3 golongan yang memahaminya secara berbeda. Golongan pertama, yang berpendapat bahwa manusia itu tidak bebas sama sekali, apa yang kita lakukan, sudah ditentukan oleh ALLAH. Golongan yang kedua, berpendapat bahwa kita sangat bebas, apa pun yang kita lakukan, tidak ada campur tangan Tuhan sama sekali. Dan golongan terakhir yang berpendapat bahwa apa pun yang kita lakukan semuanya ada dalam aturan-aturan Allah, ada campur tangan Allah, tapi kita pun memiliki pilihan untuk melakukan sesuatu.


Saya sendiri, jauh sebelum mengenal konsep takdir, memiliki pemahaman tersendiri berdasarkan hasil berfikir dan merenung. Dalam buku Pengajaran Agama Islam karya HAMKA, disebutkan bahwa arti Qadla itu adalah aturan, sedangkan Qadar adalah ukuran. Jauh sebelum membaca buku tersebut, saya berfikir bahwa segala hal yang ada di muka bumi ini, tunduk pada hukum sebab-akibat. Buat saya, pemahaman terhadap Qadla dan Qadar itu sederhana saja. Apapun yang terjadi di bumi ini, pasti ada sebabnya, bahkan kematian, rezeki dan jodoh pun tunduk pada hukum ini. Dalam buku tersebut juga dikatakan bahwa hukum sebab-akibat ini lah yang kemudian disebut dengan Sunatullah. Dalam ajaran Islam, segala yang ada di muka bumi ini mengikuti Sunnatullah, aturan Allah. Itulah Qadla. Sedangkan Qadar adalah ukuran dari aturan-aturan tersebut. Besar-kecil (ukuran) usaha atau ikhtiar dalam mengikuti aturan tersebut akan menentukan hasil, karenanya hasil dari usaha inilah yang disebut dengan takdir.


Saya tidak pernah berfikir bahwa Allah mengatur kehidupan manusia ini seperti kita memainkan catur. Tidak seperti itu. Karenanya, saya tidak setuju dengan golongan yang pertama. Buat saya, campur tangan Allah itu ada pada aturan-aturan yang Dia buat. Dan kita, sebagai manusia, ada dalam aturan-aturan tersebut, sehingga kita pun tidak bebas sama sekali dari campur tangan Allah. Karenanya, saya pun tidak sepakat dengan golongan yang kedua. Lalu, aturan yang seperti apa kah yang sudah Allah tentukan ? Segala macam aturan. Tidak hanya tentang aturan bagaimana hidup yang benar, tapi juga aturan-aturan terhadap alam semesta. Umur, mati, sehat, sakit, tua, rusak, itulah aturan-aturan Allah.


Contoh sederhananya begini, kita tahu, semakin tua umur suatu tali, akan semakin lapuk dan kemampuan untuk mengangkat dan menahan bebannya pun akan semakin berkurang, inilah Qadla. Katakanlah, jika dulu tali tersebut sanggup menahan berat 200 Kg selama berjam-jam, maka sekarang tali tersebut hanya mampu menahan beban seberat 50 Kg, itupun kurang dari 2 jam, inilah Qadar. Masalahnya adalah, kita tidak pernah tahu berapa beban yang sanggup tali tersebut tahan dan berapa lama, yang kita tahu, bahwa tali tersebut sudah tua dan lapuk. Karenanya, jika ingin selamat dari kecelakaan, ketika mengangkat benda dengan tali, atau ketika kita bergelantungan dengan tali, adalah dengan menghindari penggunaan tali yang tua tersebut. Kita tidak bisa menantang aturan Allah dengan nekat menggunakan tali tersebut dengan beban melebihi kemampuan tali. Karenanya, ketika kita nekat menggunakan tali tersebut, kemudian kita celaka, tidak bisa kita mengatakan,”Ini adalah ujian dari Allah…”, tidak seperti itu. Karena, Allah sudah memberikan kepada manusia akal untuk digunakan memahami aturan-aturan Allah tersebut, jika kemudian kita menentang akal kita sendiri, dan kemudian terjadi kecelakaan, itu akibat kelakuan kita sendiri. Bukan karena Allah yang melakukan. Karenanya, kita harus intorspeksi, tidak bisa kita menyalahkan Allah. Takdir kita celaka, karena perbuatan kita sendiri. Allah sudah tentukan Qadar pada tiap aturan tersebut. Karenanya, kita harus menggunakan akal kita untuk memahami aturan tersebut dan memilih ketika melakukan sesuatu.


Kematian pun mengikuti aturan ini. Contoh pada kasus bunuh diri. Bisa jadi, orang yang melakukan bunuh diri belum saat nya mati. Bisa jadi, Allah sudah menentukan hari kematiannya di waktu yang lain. Tapi, akan menjadi berantakan segala aturan yang ada jika kemudian, misalnya, ada orang yang mencoba bunuh diri dengan minum baygon sampai ber-galon-galon, atau mencoba memegang setrum tegangan tinggi selama berjam-jam, masih hidup juga, alasannya, karena Allah belum menentukan hari kematiannya saat itu. Tidak seperti itu. Allah tidak akan sekonyol itu. Allah memang sudah menentukan saat kematian seseorang, tapi Allah pun tidak akan membiarkan aturan yang Dia buat menjadi berantakan. Karenanya, orang tersebut “harus” mati, agar aturan Allah tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun, sebetulnya, bukan saatnya dia mati. Karena itu lah, Allah melaknat orang-orang yang bunuh diri. Bayangkan, jika orang tersebut masih hidup, tentunya akan menyebabkan berbagai aturan kacau balau, ilmu pengetahuan menjadi berantakan, dan mungkin, akan ada ribuan orang yang mencoba minum baygon sebagai sarapan pagi….heu heu heu.


Kasus kecelakaan mobil atau motor karena ban pecah, tabrakan, rem blong, semuanya mengikuti aturan yang ada. Ban pecah, bisa terjadi karena tertusuk paku, atau tekanan udaranya kurang, atau umur bannya sudah tua, jadi bukan Allah yang memecahkannya, aturan Allah lah yang membuat hal itu terjadi. Kasus kecelakaan lainnya, seperti tabrakan kereta api, pesawat jatuh, kapal tenggelam, semuanya pasti ada sebab nya, dan biasanya karena adanya sunnatullah yang dilanggar. Tapi dari situ, kita seolah-olah ditegur oleh Allah agar melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan dan ukuran yang telah ditetapkan.


Khusus untuk urusan Rezeki dan Jodoh, saya agak kesulitan juga menjelaskannya, karena memang untuk kasus-kasus ini sering terjadi hal-hal yang agak “aneh”. Bukan tidak masuk akal, hanya saja pada beberapa kasus cenderung keluar dari aturan-aturan yang ada. Selain itu juga karena adanya persinggungan dengan “takdir” orang lain. Tapi, sebagian besar tetap terikat Sunnatullah yang sudah ada.


Dalam urusan Rezeki, Islam memerintahkan untuk bekerja keras. Ingin kaya, ya bekerja keras. Ingin urusan Rezeki lancar, carilah jalan masuknya rezeki yang baik. Karenanya, biasanya, urusan Rezeki ini berbanding lurus dengan besarnya Usaha, apa yang dikerjakan, dan pada siapa kita bekerja. Jadi, tidak bisa kita mengeluh, “Sudah kerja banting tulang, tapi masih kayak gini-gini aja (miskin)…”. Pertanyaannya adalah, apa yang dikerjakan ? Di mana bekerjanya? dan kerja pada siapa ? Kalau kerja keras siang malam, tapi hanya sebagai penarik becak, wajar saja kalau tidak kaya, karena memang pintu nya kecil. Kalau sebagai karyawan, wajar saja gajinya pas-pasan, karena besarnya gaji kita juga ditentukan oleh perusahaan. Tapi, kalau jadi seorang pembicara seminar, wajar saja bayarannya besar. Karenanya, urusan Rezeki sangat berhubungan dengan orang lain juga. Tapi, dunia ini membuktikan bahwa orang-orang yang sukses secara finansial adalah orang-orang yang tahu bagaimana dia harus bekerja, tahu apa yang harus dikerjakan, dan tahu pada siapa dia harus bekerja. Tidak asal, “pokoknya gua kerja”. Dan untuk mencapai ke level itu, yang paling dominan adalah kerja keras dan pengetahuan tentang strategi mencari rezeki. Karenanya, agar rezeki menjadi lancar, kita pun harus mengkondisikan diri kita pada situasi yang memang memungkinkan kelancaran rezeki tersebut. Tidak bisa hanya tidur dan diam, lalu berkata, “kalau udah rezeki mah pasti datang sendiri…”. Karena itu, keadaan finansial kita sekarang merupakan hasil dari kerja kita diwaktu yang lalu. Kalau misalkan kita kerja selama ini tidak kaya-kaya juga, carilah tempat yang lain, atau pekerjaan yang lain. Tidak mungkin hanya diam saja di tempat tersebut. Kalau misalkan sampai saatnya mati belum kaya juga, setidaknya kita sudah berusaha untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik.


Meksipun ada juga kasus-kasus datangnya Rezeki dari arah yang “tidak bisa diduga”, tapi biasanya, hal tersebut juga terjadi dari usaha yang kita lakukan sebelumnya. Misalnya, kita sering menolong orang lain, atau berbuat baik kepada orang lain. Sebagai rasa terima kasih, maka orang yang ditolong tersebut memberikan uang atau rezeki lainnya kepada kita. Itu pun, pada dasarnya, akibat usaha kita juga. Jarang sekali ada orang yang kaya akibat nemu duit 1 milyar di jalan. Kalau warisan, itu lain lagi, biasanya warisan tersebut merupakan hasil dari kerja keras orang yang mewariskannya. Penerima waris hanya menerima hasilnya saja.


Nah, untuk urusan jodoh, memang “sepenuhnya” karena keputusan Allah. Biasanya, untuk kasus jodoh ini, campur tangan Allah dirasakan sangat besar. Karena, kadang, sebesar apa pun usaha yang kita lakukan, kalau memang orang yang kita incar tidak suka, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, urusan hati ini, hanya Allah saja yang bisa membolak-balikkannya, tentu saja dengan caraNya yang terkadang tidak bisa kita mengerti. Tapi, tetap saja, orang-orang yang berikhtiar lebih keras, cenderung lebih cepat mendapatkan jodohnya daripada orang-orang yang menunggu datangnya jodoh. Karenanya, kita pun harus introspeksi diri, seberapa besar usaha kita untuk mendapatkan jodoh tersebut…


Lalu, apa fungsinya Do’a ? Nah, Do’a adalah harapan terhadap kondisi ideal yang kita inginkan dan kita minta kepada Allah. Salah satu alasan mengapa Do’a tidak langsung dikabulkan adalah karena Allah lebih mengetahui kondisi kita yang sebenarnya daripada kita sendiri. Karenanya, agar Do’a kita terkabul, sering kali Allah menyiapkan kondisi kita terlebih dahulu. Caranya, mungkin melalui kemantapan hati ketika mengambil suatu keputusan, atau rasa gelisah ketika akan melakukan sesuatu yang salah, yang jelas, bentuk pengabulan do’a ini sangat jarang sekali yang langsung. Misalkan, kita ingin menjadi orang yang sholeh, kemudian kita berusaha untuk mencari lingkungan yang baik agar kita bisa menjadi sholeh. Nah, dalam pencarian itulah, biasanya Allah menolong kita, misalnya dengan memberikan rasa tenang ketika kita bertemu orang-orang yang sholeh, atau ketika berada di lingkungan tersebut, sehingga kita merasa betah berada disana, dan pada akhirnya, karena sering bergaul, pelan-pelan kita pun menjadi orang yang sholeh. Tidak ujug-ujug jadi sholeh, bisa hancur dunia persilatan. Allah hanya memberikan tuntunan, melalui sinyal-sinyal yang dia berikan, keputusan tetap ada pada kita. Jadi, Allah tidak memperlakukan kita seperti bidak catur…”Kamu, ke sini aja ya…? biar ntar ke neraka….” , “Nah, kamu kesana aja…supaya masuk surga..”…Saya kira tidak begitu. Hal tersebut tentu saja tidak adil, percuma saja kita hidup kalau misalkan Allah sudah menentukan “Kamu masuk Surga…”, “Kamu masuk Neraka…”. Dan untuk apa ada penghisaban di akhirat kalau jelas-jelas kita masuk neraka atau surga.


Dalam buku HAMKA tersebut, dijelaskan bahwa salah satu kemunduran umat Islam, dan menurut saya bangsa Indonesia juga, adalah menghindari Takdir, bukan menghadapinya. Kalau ingin kaya, aturannya bekerja keras, bukan diam atau malas-malasan, sementara kita lebih banyak bermalas-malasan, wajar kalau tidak kaya. Orang yang menghadapi takdir adalah mereka yang bekerja keras, sedangkan yang menghindari adalah mereka yang bermalas-malasan. Jadi,memang benar kalau segala yang baik itu datangnya dari Allah, karena Dia sudah menentukan segala sesuatunya dengan baik, kalau kita mengikuti dan memahami aturan-aturan yang ada, kita akan menemukan takdir yang baik. Sementara segala macam bencana, kecelakaan pada dasarnya memang hasil perbuatan dan kelalaian manusia juga. Contoh, banjir bandang, logikanya, banjir tersebut tidak perlu terjadi,jika hutan-hutan yang ada mampu menahan dan menyerap air tersebut. Tapi, karena hutan tersebut gundul, mengalirlah air tersebut tanpa hambatan, terjadilah banjir bandang. Siapakah yang menggundulinya ? Manusia juga. Jadi, bentuk “teguran” yang terjadi, biasanya sesuai atau akibat dari apa yang dilakukan oleh manusia.


Fenomena-fenomena alam yang terjadi juga, pada dasarnya adalah sunnatullah agar alam semesta ini tetap stabil. Gempa Bumi, letusan gunung merapi, dan lain-lain. Hanya saja, mungkin, pada saat itu Allah benar-benar “turun tangan” agar manusia tidak sombong dan lalai. Contoh pada kasus Tsunami di Aceh, mungkin yang terjadi pada saat itu bukan hanya semata-mata fenomena alam biasa, tapi mungkin memang Allah memberikan teguran secara langsung. Meskipun, secara ilmiah, masih bisa dijelaskan.


Intinya, campur tangan Allah di dunia ini, “diwakili” oleh ketentuan yang sudah Dia gariskan. Tidak turun tangan langsung seperti mengatur bidak-bidak catur. Dalam kehidupan kita, kita tidak bisa lepas dari aturan-aturan (ketentuan) tersebut. Bagaimanapun jalan kita, kita terikat oleh ketentuan tersebut. Namun, kita pun dibekali akal untuk memahami aturan-aturan tersebut, sehingga ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, kita tidak bertindak bodoh dan celaka karena melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan. Namun, terkadang, dalam beberapa hal, Allah benar-benar mengambil alih dan “menyentil” kehidupan kita dengan caranya yang tidak bisa kita pahami.

Jadi, selamat menentukan arah takdir …

Sabtu, 11 Juni 2011

Kasih Sayang dan Pengorbanan Orang Tua

Ketika pertama kali kita menghirup udara didunia ini,maka semua orang menyambut kedatangan kita dengan penuh gembira.Ibu yang bertaruh nyawa ketika kita keluar dari rahimnya,penderitaan dan kesakitan yang ia rasakan,hilang seketika, saat kita lahir dengan selamat.

Diletakannya kita disampingnya.Ia cium dan peluk kita seakan-akan ia ingin berkata; Nak,kesakitan tatkala Ibu ingin melahirkan engkau, semuanya hilang setelah melihat senyummu.
Setelah kita hadir didunia Ayah dan Ibu senantiasa menjaga kita dari berbagai macam narabahaya, sampai-sampai mereka tidak rela jika seekor nyamuk pun menggigit kita,ketika kita menangis dimalam hari orang tua yang sedang tidur ngenyak bergegas melihat dan mendekat,karena mereka takut kehilangan kita.

Mereka menjaga kita lebih dari segalanya, kitika kita sakit.Orang tua telah bersusah payah untuk mencari berbagai macam cara agar kita sembuh.Meskipun ketika itu mereka sendiri sedang sakit.Mereka paksakan diri dan rela berhutang kesana kemari untuk membayar obat-obatan.Mereka malukan dirinya,hanya degan harapan agar kita segera sembuh.

Ktika penyakit kita makin bertambah parah,makin bertambah pula kesedihan dan kerisauan mereka terhadap kita,tetesan air mata itu selalu keluar dari kelopak mata mereka,dijaganya kita siang dan malam tanpa menghiraukan kelaparan yang mereka rasakan berhari-hari,merek menjaga kita,kotoran-kotoran kita dibasuh mereka dengan tangannya.

Ayah dan Ibu kita,disaat itu mereka tidak tenang dimanapun mereka berada,merekaa khawatir dan takut,kalau-kalau kehilangan kita dari dunia ini.Andaikata kesakitan yang kita rasakn itu bisa dipindahkan kepada mereka sebagai gantinya tentu mereka siap menerimanya agar kita kembali tersenyum seperti anak-anak yang lain.Diwakut ALLAH menyembuhkan kita,orang tua kitalah yang pertama kali Sujud Syukur,karena senang dan gembira melihat kita kembali ceria.Ketika hari berganti hari pertumbuhan kita semakin besar.Orang tua makin bertambah sibuk mengurusi keperluan-keperluan kita.Hujan dan panas tiada mereka hiraukan,siang dan malam tiada mereka pandang semua itu.Mereka lakukn hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.Mereka tidak ingin melihat kita malu dihadapan teman-teman kita.Dimasa dekat Hari Raya.Orang tua kita makin bertambah sibuk untuk membahagiakan kita,dari pagi hingga malam,mereka bekerja tanpa menghiraukan susah dan payah mereka,terus bekerja dengan harapan agar kita dapat memakai pakaian baru dihari raya,sama seperti teman-teman kita yang lain.Mereka rela dimarahi ketika bekerja,dihina dan dicaci,itu semua untuk kita.

Awal-awal kita duduk dibangku  sekolah, senang sekali orang tua kita setiap saat mereka berdo’a mudah-mudahan besok jika kita besar kita dapat membahagiakn mereka.Pagi-pagi seblum kita bangun dari tempat tidur,mereka telah bangun duluan mempersiapkan sarapan dan air mandi untuk kita.Dibangunkannya kita dengan kasihsayang dilepaskannya pakaian kita dengan kelembutan dan merekapun memandikan kita,setelah kita siap semuanya,merekapun menghantar kita keskolah agar kita menjadi anak yang berbakti dikemudian hari.

Tetesan keringat dan air mata mereka untuk mengasuh dan mendidik kita tidak mungkin kita dapat membayarnya walaupun  kita memiliki dunia beserta isinya.

Tetapi ajaib,selama mereka mengasuh dan mendidik kita tidak pernah terlintas dari pikiran dan hati mereka agar kita menggantinya.Tahun berganti tahun,kitapun tumbuh besar,mereka terus berusaha untuk membiayai sekolah kita.Penghasilan yang tidak mencukupi,memaksa mereka bekerja lebih lama.

Mereka hadapi badai yang menerpa,mereka korbankan kelelahan mereka,sampai-sampai nampak mata mereka yang telah redup kerena kleelahan mencari nafkah.Dikala mereka telah kembali dari kerjanya kita lihat,mereka bersandar dikursi karena kelelahan disaat mencari nafkah untuk kita,mereka tidak merasakan enaknya makan seblum mereka melihat kita makan.Usia kita yang semakin hari semakin berkurang membuat kecintaan dan kasihsayang mereka semakin besar terhadap kita,kepergian kita meninggalkan rumah untuk bertamasya,membuat hati mereka bimbang dan kahwatir terhadap kita,mereka takut,kalau-kalau suatu musibah menimpa kita,makin tiada mereka rasakan enak,tidur tiada mereka rasakan ngenyak,mereka selalu memikirkan keselamatan kita.

Jumat, 10 Juni 2011

Jangan terbuai oleh perasaan

Sebagai kaum yang senantiasa dianggap lemah, wanita harus berjuang keras menampilkan sosok yang patut dihargai dan dihormati.

Masih berbicara tentang wanita. Sebagai seorang wanita,janganlah mudah meminta untuk dikasihani. Wanita yang kuat akan selalu bangkit ketika ada masalah dan tidak terpuruk terlalu lama didalamnya. Dan dalam menjalankan apapun, hendaknya lebih memilih berpikir dengan logika daripada perasaan meskipun pada kenyataan, kita sebagai wanita cenderung menggunakan perasaan dibandingkan logika. Sejatinya, kita harus berpikir tentang baik buruknya suatu hal yang sedang dan akan berlangsung dalam hidup kita. Bila dikatakan hidup itu rumit, melelahkan, sulit dan sebagainya... Hal itu tak sepenuhnya benar. Meski terkadang, saya pribadi suka mengalami kerumitan dalam hidup yang membuat saya down. Namun ternyata jika ditelisik lagi, Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat rumit. Ada hal dimana, kita harus rehat sejenak... Menghirup udara segar, sambil memejamkan mata dan menikmati angin berdesir yang itu semua membuat beban kita terasa lepas.

Sekali lagi, kejenuhan dan keletihan dalam menghadapi aktivitas harian rasanya tidak bisa disangkal oleh kita. Siapapun bisa merasakannya... Seperti kita, yang terlahir sebagai seorang wanita. Ada saja yang membuat perasaan gundah gulana, sedih, kecewa, marah dan sebagainya. Terlebih, bila kejenuhan hati tengah kita rasakan... Banyak yang memutuskan untuk "menghilang dari peredaran". Saya mengerti akan hal itu, memang butuh waktu-waktu tertentu untuk kita rehat sejenak.

Menghindar dari segala kerumitan yang ada, yang tentu timbul dari sebuah perasaan. Sekali lagi, saya hanya ingin menjalani sesuatu sesederhana mungkin dan tidak ingin terbuai dengan perasaan saya saja karena saya merasa bahwa kaum wanita kadang menjadi korban dari buaian perasaannya. Semuanya itu boleh saja sih, tapi jangan berlebihan karena sesuatu yang dilakukan secara berlebihan hasilnya belum tentu baik. Betul khan?

Kita harus memiliki standar sendiri untuk memilih hal yang sekiranya baik untuk kehidupan kita. Seperti halnya saya, tentu tidak akan bertahan apabila saya tidak merasa dihargai dengan layak dalam hal apapun. Karena itu sifat dasar manusia. Butuh sebuah penghargaan. Tapi, apa jadinya jika hal yang kita inginkan itu tak bisa terwujud? Kalau mengikuti kata perasaan, tentu yang didapat adalah kecewa dan sakit hati yang ada pada diri. Padahal banyak yang bisa kita hargai dari dalam diri kita. Tanpa perlu mendapat penghargaan dari orang lain. Percayalah... Keletihan, kerapuhan, kelemahan, kesakitan dan sebagainya... Ternyata bisa kita lalui semua. Meski terkadang semua itu harus kita lalui terlebih dahulu dengan berurai air mata. Tak mengapa, bukankah air mata diciptakan untuk mengungkapkan sebuah rasa? Karena tidak hanya bahagia saja yang ada di dunia.
"Engkau tidak akan bahagia dengan hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain... Tapi kembalilah pada rasa yang ada dalam dirimu agar engkau gembira."
"Kadang, bukan suasana yang harus diganti... Tapi rasa di dalam hati yang perlu kita perbaiki".
Maka, Sebagai seorang wanita dan pribadi yang mandiri... Kita harus lebih pintar mengontrol perasaan kita, berpikir logis, dan tidak gegabah dalam bertindak. Apabila kita sebagai wanita sudah merasa harga diri kita terlanjur hancur, sebagai akibat dari kurangnya penghargaan terhadap diri kita sendiri, ada baiknya untuk mencoba bangkit kembali dan berusaha lebih menghargai diri kita sebelum kita ingin dihargai orang lain.
Don’t waste your time....

Kitika ilmu yang kita anggab bermanfa'at

“Carilah ilmu walaupun sedikit tetapi bermanfaat,karena hakekat orang yang bodoh manakala ia senang dalam menuntut ilmu,tetapi sama sekali ilmu yang dia peroleh tidak bisa menjadikan manfaat dalam kehidupannya sendiri.” Sebelum kita menelusuri lebih jauh,setidaknya kita memahami sebenarnya seperti apa yang dinamakan ilmu yang bermanfaat???
Ya…ilmu yang bermanfaat ialah sinar yang cahayanya meluas dalam dada,dan membuka penutup hati. Karena ilmu yang bermanfaat ialah mengenal Dzat ALLAH,sifat-sifat,serta Asma(nama)&perbuatan ALLAH. Dan juga mengerti bagaimana mengabdi diri kepada ALLAH serta beradab kepadaNya. Tentunya jika ilmunya itu bermanfaat untuk dirinya sendiri pasti juga akan bermanfaat ntuk orang lain. Karena dengan ilmunya ia bisa membedakan mana yang baik,mana yang buruk,mana yang mengamalkan ilmu dengan ikhlas,dan mana yang mengamalkan ilmu dengan kesombong an.

Abul Qasim Al-Junaid ditanya: “Apakah ilmu yang berguna itu??”  jawabnya: “Ialah yang menunjukkan engkau kepada ALLAH,dan menjauhkan diri dari menurutkan hawa nafsu&syahwatmu.” Dan seperti apa yang menurutkan hawa nafsu???  Ya…hawa nafsu karena kesombongan,ujub,riya,takabbur dan lain-lain.
Ingatlah ilmu itu akan jauh lebih bermanfaat apabila ia dapat mendekatkan manusia kepada ALLAH yang sama sekali tidak terhijab oleh indahnya dunia dan menjauhkan dari kesombongan diri. Lihatlah kita sendiri teman…sebelum kita melihat orang lain,sudah benarkah kita,sebelum kita membenarkan orang lain???
Bagaimana mungkin kita menyuruh orang lain bertahajjud misalnya… sedangkan kita tiap malam begitu enggan beranjak dari tempat tidur&selimut hangat kita???
Apakah ini ilmu yang bermanfaat buat diri kita sendiri,sedang hanya akan bermanfaat untuk orang lain??
Bagaimana mungkin kita menyuruh orang lain berdzikir kepada ALLAH,sedangkan kita sering mengingat dunia&menyebut nama selainNya???
Bagaimana mungkin kita menyuruh orang lain mengingat tentang kematian,sedangkan hati kita sendiri sama sekali tidak bergetar tatkala mendengar namaNya???
Bagaimana mungkin kita menyuruh orang lain senantiasa untuk bershalawat,sedangkan hati kita masih sering tidak selaras untuk mengagungkan kemuliaan beliau,dan mengaku pencinta Nabi sedangkan sunnah-sunnah&akhlak beliau tidak bisa menjadi teladan bagi kita.

Bagimana mungkin kita menyuruh orang lain untuk melakukan puasa sunnah&membaca Al-Qur’an,sedangkan kita juga belum tentu ikhlas dalam menjalankan puasa,dan kita juga masih lebih suka membaca majalah,Koran,bahkan obrolan yang banyak menjadikan kita lalai dengan obrolan yang tidak bermanfaat,contohnya dalam Facebook.
Apakah ini semua yang dinamakan ilmu yang kita harapkan bermanfaat,sedangkan itu semua tidak bisa manfaat buat diri kita??? Kita seringkali lalai,yang hanya selalu melihat orang lain sehingga kita lebih dahulu dinilai oleh orang lain. Kita seringkali lalai yang hanya terlalu memikirkan dunia,sehingga kita lupa dengan apa yang pernah kita serukan kepada orang lain.

Inilah dunia yang bisa menjadi ladang kerusakan,terlebih untk jiwa kita jika salah dalam mengambil langkah . disinilah tempat kita menyombongkan diri,merasa ingin dipuji,padahal ilmu ini tidak akan ada apa-apanya,apalagi jika ilmu itu tidak pernah masuk dalam akal&merasuk kedalam qalbu. Kenapa kita merasa senang jika dipanggil Guru&jabatan kita diketahui banyak orang,padahal tingkah laku kita sering tidak mencerminkan seorang pendidik yang baik???
Kenapa kita merasa bangga dengan sebutan Ustadz/Ustadzah,jikalau akhlaq kita sering melanggar syari’at&jauh dari kata teladan???
Kenapa kita merasa menjadi ahli kitab/seorang Hafidz yang mahir,padahal ilmu kita hanya berisi kesombongan&terkadang kita juga tidak memahami makna&maksud dari ayat yang kita hafalkan???
Kenapa kita merasa amalan kita sempurna,jika orang lain telah mengetahui bahwa kita adalah ahli puasa&ahli b’ibadah,padahal semua amalan itu hanyalah jalan untuk Riya’&Ujub.

Ingatlah….kemuliaan seseorang bukan hanya tingginya ilmu,tetapi karena ketakwaannya. Dalam islam,orang yang tahu tetapi tidak melaksanakan ilmunya,maka dipandang sebagai tidak tahu. Jadi antara amalperbuatan&lisannya haruslah seimbang. Seseorang yang menyerukan amalan-amalan,baik lewat catatan tausiyahnya dalam FB misalnya,juga haruslah memahami bahwa setiap kata adalah nasihat,dan setiap kalimat adalah amanat. Jika kita memilih jalan ini maka kita juga harus tahu konsekuensinya. Bahwa amal perbuatan&lisannya haruslah seimbang,artinya ilmu yang kita sampaikan juga haruslah bermanfaat untuk diri kita dahulu,barulah bermanfaat untuk orang lain,seperti Dawuhnya Romo Kyai diatas… Rasul bersabda dari Abi Mas’ud ra bahwa: “Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan,maka akan memperoleh pahala seperti yang melaksanakannya.” Tetapi… dalam surat As-Saff  ayat 3 berbunyi: “Alangkah besarnya dosa dihadapan ALLAH bila kamu mengucapkan(mengajak) sesuatu yang tidak kamu lakukan.” Jadi…janganlah menilai seseorang dari pembicaraannya saja,tetapi lihatlah realita hidupnya. Kita juga haruslah menyadari bahwa hidup didunia hanyalah sementara,karena kesenangan dunia adalah sementara,seharusnya kita menyadari bahwa dunia adalah tempat beramal,sedangkan akhirat adalah tempat memanen.

Semoga bermanfaat untuk menghantarkan kita menjadi manusia baru sebelum berfikir,berucap&melangkah.
Mohon maaf jika dalam kata&kalimat ada yang tidak berkenan,karena ini hanyalah bahan introspeksi diri&sebuah iklan.