Matahari menyinari pagi….
Hatipun ikut merasakan kesejukan embun yang masuk lewat pori-pori.
Nikmatnya mata akan terlihat&terasa saat kita bisa melihat pemandangan yang indah,tumbuhan yang hijau,serta bunga-bunga yang beraneka warna.
Nikmatnya hati akan terasa lewat ketenangan yang dibawa dari sentuhan udara yang berhembus dngan lembut&kicauan burung yang menyapa kita dengan ramah&manis.
Lewat mata,lewat sentuhan&lewat hati adalah komponen yang bisa melengkapi nikmatnya lisan ketika kita bisa mengucap syukur atas nikmat yang ALLAH berikan. Dan ketika kita bisa melihat bunga dengan aneka warna yang juga ditemani kupu-kupu indah yang terlihat menyapa,maka kita akan merasakan betapa kontrasnya kehidupan bunga&kupu-kupu itu dengan kita.
Ya…. Anggap saja kita adalah bunga,walaupun bukanlah bunga yang indah karena warnanya,tetapi kita boleh bangga karena keharumannya. Dan tidak semua kupu-kupu juga akan datang pada bunga yang memiliki warna yang mencolok,tetapi kupu-kupu juga akan datang kepada bunga yang memilki keharuman yang khas.
Sebagai bunga kita tidak bisa menuntut untuk terus dihinggapi dengan kupu-kupu yang sangatlah indah,atau menuntut kupu-kupu untuk terus berada disamping kita&menemani kita. karena kupu-kupu akan hinggap jika kita masih memiliki keharuman,tetapi jikalau keharuman itu sudah hilang maka kita juga harus rela jika kupu-kupu juga meninggalkan kita.
Itulah hakikatnya manusia,ketika kita telah bertemu dengan seseorang yang memiliki keyakinan akan membawa kebaikan pada diri kita,kenapa kita masih terlalu mengejar kesempurnaan??? Kelak jika dia akan berjauh hati,maka kita akan merasa kehilangan apabila dia lenyap dari pandangan mata.
Maka dari itu janganlah kita terlalu mengejar kesempurnaan,karena itu bukanlah factor utama kebahagiaan yang sempurna. Sedangkan jika kita mau akur dengan kelemahan seseorang,maka kita sebagai manusia akan merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki.
Jika kita menyadari bahwa diri kita bukanlah manusia yang sempurna, mengapa kita mengharapkan manusia yang sempurna??? Kita hanyalah Hamba Da’if,manusia lemah yang berharap menjadi lebih baik,tapi mengapa tidak kita atasi bersama kelemahan itu,bersama-bersama berubah kearah kebaikan,bukankah itu yang dinamakan pasangan yang saling melengkapi???
Bunga yang indah tidak akan dikatakan sempurna jika dia juga tidak merasa dibutuhkan oleh kupu-kupu.
Dan kupu-kupu juga tidak akan dikatakan sempurna&terlihat keindahannya jika dia tidak menyandarkan dirinya disamping bunga yang harum&juga indah. Bunga juga harus rela MENERIMA kupu-kupu yang dulunya dia hanyalah seekor ulat yang menjijikkan. Begitupun kupu-kupu,dia juga harus bisa MENGHARGAI perjuangan bunga untuk menjadi bunga yang senantiasa indah&mekar,lengkap dengan keharumannya.
Sebelum kita berusaha mencari kesempurnaan dalam diri orang lain,maka sempurnakanlah kita dahulu,tetapi jika kita telah menemukan seseorang yang ikhlas menyayangi setulus hati,buat apa??? yang pasti mutiara mengharapkan sebuah cinta yang berlandaskan keimanan&cinta yang membuat kita semakin dekat denganNya.
Bersyukurlah untuk para istri/suami yang sangat disayangi oleh pasangannya. Dan bersyukurlah untuk kita para pencari jati diri yang sangat disayangi oleh orang tua&orang-orang terdekat kita. Hargailah kekurangan untuk menggapai bahagia, dan cintailah seseorang dengan segala kekurangannya untuk menggapai ridhoNya.
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar