Sabtu, 09 Juli 2011

Pahamilah Musuhmu

Pada kesempatan kali ini saya ingin lebih mengingatkan diri saya sendiri untuk selalu waspada terhadap kejahatan, tipu daya, hasutan dan bisikan-bisikan iblis laknatullah, yang selalu menggoda manusia pada kesesatan yang nyata dan membuat kerusakan serta fitnah  di muka bumi ini. Dan saya berharap, akan membawa manfaat bagi para sahabat dan pembaca lainnya. Harapan saya dan mudah-mudahan menjadi harapan sahabat juga, bahwa kita berusaha untuk menghindarkan diri dari hasutan dan bisikan iblis laknatullah, sehingga kita senantiasa berada dalam jalan yang lurus dan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, Amin.

Sebagai referensi saya dalam postingan ini adalah sebuah kitab karya Muhammad Abduh Al-Maghawuri yang berjudul “Hiwarun Ma’a Iblis”, dimana kitab ini menjelaskan tentang bisikan-bisikan iblis laknatullah dalam hati manusia dan cara menangkal dari keburukan serta kejahatannya. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan ilmu bagi kita semua dan kita diberikan kekuatan oleh Allah Ta’ala untuk mengamalkannya sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat untuk diri, keluarga, sahabat dan saudara-saudara kita kaum mukmin lainnya. Semoga para sahabat dan pembaca termasuk diri saya sendiri senantiasa mendapat Petunjuk serta Hidayah-Nya, Amin.

Sesungguhnya sudah menjadi kewajiban setiap muslim sejati yang berpikiran sehat dan jernih, yang beriman dan berakal sehat, yang mengharapkan dapat bertemu dengan Sang Khalik, yang menginginkan pahala akhirat dan kebahagian di dunia, untuk senantiasa hati-hati serta waspada terhadap gangguan iblis laknatullah dan bala tentaranya. Mengapa? Karena iblis laknatullah tak pernah mau berhenti sekejap pun dalam melakukan kegiatannya yang terkutuk untuk menggoda manusia, oleh karena itu, sedetik pun setiap mukmin tidak boleh lengah dan senantiasa mengisi hatinya dengan berdzikir dan bersyukur. Dan kita harus ekstra hati-hati dan waspada terhadap segala tipu daya dan bujukan iblis laknatullah. Itulah kewajiban setiap mukmin sejati dan orang-orang yang selalu mengharapkan kebahagiaan di dunia terlebih di akhirat nanti.

Berdasarkan sebuah keterangan, iblis laknatullah tidak dapat secara langsung menyeret seseorang kepada kekufuran, tetapi dia akan menebar fitnah, kebencian dan permusuhan diantara hamba-hamba Allah, sehingga mereka tersesat dan menyimpang dari rel yang benar. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam ;


“Sungguh iblis telah putus asa menggoda supaya dirinya disembah oleh orang-orang shalat. Tetapi ia tetap berupaya keras menghasut (supaya timbul permusuhan) diantara mereka.” (HR. Muslim)

Sekiranya ada pertanyaan ; Manfaat apa yang akan diperoleh iblis laknatullah dengan pecah belahnya kaum muslimin? Maka Insya Allah jawabannya kira-kira seperti ini, jika kaum muslimin berpecah belah, maka tercapailah tujuan yang diinginkan iblis laknatullah. Sebab ia dengan mudah menggoda setiap manusia, sebagaimana terdapat dalam salah satu hadits Nabi Shalallahu Alaihi Wasssalam :

“Sesungguhnya iblis meletakkan arsynya (singgasana) di atas air, kemudian ia mengirim bala tentaranya (untuk menggoda manusia). Diantara bala tentara itu, yang terdekat kedudukannya di sisi iblis, ialah yang paling besar fitnahnya diantara mereka. Lalu salah satu dari mereka datang dan berkata, “Saya tidak akan tinggalkan orang ini sampai saya berhasil memisahkan dari istrinya.” Lalu iblis memeluknya dan berujar, “Sungguh bagus kamu.” (HR. Muslim)

Hadits ini memberikan gambaran pada kita, bahwa kita harus senantiasa berhati-hati dengan segala tipu daya iblis laknatullah, terutama karena iblis laknatullah sangat pandai dalam membuat suatu fitnah sehingga menimbulkan kerusakan yang sangat besar. Bila kita simak dari hadits di atas, maka termasuk poin penting adalah bahwa dengan fitnah yang dihasutkan pada jiwa seseorang, maka dia akan memecah hubungan satu manusia dengan manusia lainnya, sehingga bila ia dalam kesendiriannya, disitulah iblis bisa menghancurkan keimanannya dan menambahlah temannya di neraka nanti.

Sesungguhnya dalam beberapa keterangan, disebutkan bahwa iblis laknatullah tidak akan mampu menggoda manusia yang melakukan segala sesuatunya berdasarkan keikhlasan hati, yang selalu mengokohkan keimanannya dan selalu bertawakkal pada-Nya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang ikhlas, golongan orang-orang yang selalu mengokohkan imannya dan senantiasa bertawakal kepada-Nya. Amin.

Siapakah sebenarnya iblis itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mencoba mengemukakan salah satu pendapat dari seorang ahli ilmu dan ahli tafsir terkemuka yaitu Ibnu Katsir (semoga Allah merahmati Beliau) dalam sebuah kitabnya yang berjudul “Qashasul Anbiya” yang mengatakan bahwa “Iblis adalah dari bangsa jin yang pada mulanya tinggal di satu daerah di muka bumi yang bernama Al-Jazair. Di daerah itu ia tinggal bersama bangsanya dalam jumlah yang banyak sekali. Kemudian, karena mereka berbuat kerusakan di muka bumi, maka mereka diperangi oleh para malaikat, dan sebagian dari mereka ditawan, diantaranya iblis ini.

Setelah mendapat ampunan dari Allah dan sekaligus menyembah-Nya, jadilah ia pemimpin malaikat yang berada di langit dan di bumi. Iblis mulanya mahluk yang sangat dekat dengan Allah. Nah ketika datang perintah sujud kepada Adam, iblis menolak perintah itu dan malahan menyombongkan diri karena merasa lebih mulia daripada Adam. Sejak itulah dia menjadi syaitan yang terkutuk.”

Lalu apakah sesungguhnya perbedaannya iblis dengan syaitan laknatullah? Sebagaimana Iblis laknatullah yang telah diuraikan diatas, maka syaitan laknatullah adalah setiap yang berbuat maksiat dan durhaka kepada perintah Allah dari golongan jin dan manusia. Bahkan binatang pun ada yang termasuk syaitan. Menurut cerita bahwa dalam bahasa Arab, ular juga disebut syaitan. Allahu ‘Alam bi Showab.

Ada salah satu hadits Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang bisa dijadikan gambaran bahwa iblis dan syaitan adalah penyebutan dua mahluk yang berbeda. Hadits tersebut sebagaimana diceritakan oleh Aisyah, bahwa , pada suatu malam Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah keluar rumah meninggalkan dirinya.

Katanya,”Lalu saya keluar pula membuntuti Beliau dari belakang. Ketika Beliau melihat apa yang saya lakukan, Beliau pun berkata, “Apa yang engkau lakukan, hai Aisyah. Apakah kamu cemburu?” Saya jawab, orang seperti saya kenapa tidak cemburu kepada Anda ya Rasul. Beliau berkata, “Atau barangkali setanmu telah mendatangimu?”, Apakah saya disertai syaitan, ya Rasulullah? Tanyaku heran. “Ya” jawabnya. Apakah tiap-tiap manusia disertai syaitan? Tanyaku. “Ya” jawabnya. Anda juga disertai syaitan ya Rasulullah? Tanyaku lagi. Beliau menjawab, “Ya, saya juga disertai syaitan. Tetapi Tuhanku telah menolongku atasnya sehingga ia tunduk.”

Dari keterangan di atas, beberapa ulama menafsirkan bahwa “Iblis itu dari golongan syaitan karena kedurhakaannya. Sedangkan syaitan laknatullah sendiri itu, bukanlah iblis, karena iblis adalah kata untuk jin tertentu bernama “Azazil”. Disamping itu setiap manusia disertai syaitan laknatullah. Akan tetapi setiap manusia tidak disertai iblis laknatullah” Dan sebagian ulama mengatakan bahwa “hadits diatas menunjukan bahwa adanya perbedaan antara kata iblis dan kata syaitan.” Dan saya berkata Allahu ‘Alam bi Showab, hanya Allah Yang Maha mengetahui segala sesuatunya.

Wahai sahabatku juga kaum muslimin semuanya, hendaklah kita selalu waspada terhadap perilaku-perilaku jahat dan buruk, dari kesombongan dan kecongkakan, dari segala tipu muslihat iblis laknatullah yang telah dihembuskan pada syaitan laknatullah dari golongan jin dan manusia, yang setiap saat menggoda kita, yang setiap waktu berniat menyesatkan kita dan berkeinginan memperbanyak umat yang dapat menemaninya di neraka kelak. Dan kisah kesombongan iblis laknatullah ini diabadikan dalam sebuah ayatnya dalam Al-Qur’an, yaitu :


“Dan Ingatlah tatkala Kami berkata kepada malaikat, sujudlah kalian kepada Adam. Lalu mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia justru enggan dan menyombongkan diri, dan dia termasuk golongan orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah : 34)

Marilah kita bersama-sama untuk saling mengingatkan untuk mendekatkan diri kita pada Allah Ta’ala sebagai Raja sekalian alam, yang menguasai langit dan bumi beserta seluruh mahluk ciptaan-Nya, karena mereka (syaitan laknatullah) telah bersumpah di hadapan Allah untuk menggoda manusia dari segala penjuru, sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah ayat –Nya :


“Iblis menjawab, berilah saya tempo sampai waktu mereka dibangkitkan.” Allah berkata, “Sungguh kamu salah satu dari mereka yang diberi tempo.” Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalanmu yang lurus. Kemudian saya akan datangi mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Sehingga Engkau tak akan dapati kebanyakan mereka yang bersyukur/taat .” Allah berfirman, “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai mahluk paling hina lagi tersesat. Sesungguhnya barangsiapa diantara kamu (manusia) yang mengikutimu, sungguh Aku akan masukkan mereka ke dalam neraka jahannam bersama kamu sekalian.” (QS. Al-Baqarah : 34)

Dari ayat di atas, beberapa ulama sepakat bahwa tugas atau pekerjaan iblis laknatullah adalah menggoda, menyesatkan dan menghalang-halangi cucu Adam dari jalan yang lurus serta senantiasa menjerumuskan mereka ke lembah kesesatan. Kesesatan yang membawa pada penyesalan yang tiada arti dan dari kebinasaan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dan semoga kita bisa menjaga diri dari segala tipu daya iblis laknatullah, yang senantiasa menggoda kita baik dari golongan jin dan manusia, terlebih dengan syaitan yang menyerupai manusia, karena mereka nyata terlihat namun samar untuk diketahui, Amin.

Insya Allah pada tulisan berikutnya saya akan mencoba untuk belajar mengingatkan diri saya sendiri dengan materi yang berkaitan dengan hal di atas, yaitu tentang cara iblis menggoda manusia dan beberapa pelajaran penting lainnya. Dan mudah-mudahan juga dapat membawa manfaat serta kebaikan pada para Sahabat dan pembaca lainnya. Dan saya hanyalah seorang hamba yang sedang belajar memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung, dimana salah satunya dapat terhindar dari bisikan dan hasutan iblis laknatullah berkat pertolongan dan perlindungan dari Allah Ta’ala, Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar